Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Warga Desa Bojong Koneng Ngaku Alami Kekerasan atas Sengkarut Sengketa Lahan dengan PT Sentul City

Alghiffari Aqsa mengatakan terjadi unsur kekerasan dalam penggusuran lahan yang terjadi di desa Bojong Koneng oleh pihak PT Sentul City.

Warga Desa Bojong Koneng Ngaku Alami Kekerasan atas Sengkarut Sengketa Lahan dengan PT Sentul City
Rizki Sandi Saputra
Puluhan warga Bojong Koneng saat mendatangi Komnas HAM didampingi kuasa hukumnya guna melaporkan PT Sentul City soal sengkarut sengketa tanah, Selasa (28/9/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota kuasa hukum koalisi warga Bojong Koneng, Alghiffari Aqsa mengatakan terjadi unsur kekerasan dalam penggusuran lahan yang terjadi di desa Bojong Koneng oleh pihak PT Sentul City.

Dia menyebut hal itu yang menjadi satu dari beberapa alasan pihaknya melayangkan laporan terkait sengkarut sengketa lahan itu kepada Komnas HAM.

"Bahwa ada kekerasan yang terjadi yang dilakukan oleh korporasi yang melanggar HAM bahwa ada upaya perampasan tanah ataupun land grabing dari mafia tanah ataupun korporasi besar atau pengembang besar terhadap tanah warga," kata pria yang karib disapa Ghiffar kepada awak media di Komnas HAM, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Tak Hanya PT Sentul City, Warga Bojong Koneng juga Laporkan Kepolisian dan BPN Bogor ke Komnas HAM 

Menurut dia, pelaporan kepada Komnas HAM juga disertai beragam bukti kekerasan yang dimaksud.

Selain bukti soal adanya tindak kekerasan, koalisi warga Bojong Koneng juga menyerahkan bukti atau dokumen lain terkait kepemilikan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

"Jadi bukti yang kita bawa ke sini ada dokumen terkait tanah kemudian ada bukti kekerasan juga dan juga ada beberapa dokumen terkait," tuturnya.

Ghiffar menyebut tindakan kekerasan yang dialami oleh warga desa Bojong Koneng yakni tindakan pemukulan.

Bahkan kata dia, pemukulan tersebut juga, dialami oleh pengacara yang notabenenya memiliki hak imunitas dan status sebagai penegak hukum.

"Sudah ada kemarin itu yang didampingi bung Roy sudah lapor juga ke Komnas HAM sebelumnya, sudah memberikan fotonya tapi memang kita sekarang secara kolektif melaporkan lagi tidak satu dua tapi ada banyak sekali," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas