Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila, Diperingati Setiap Tanggal 1 Oktober

Simak inilah sejarah Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober dan berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sejarah Hari Kesaktian Pancasila, Diperingati Setiap Tanggal 1 Oktober
freepik.com/user4344078
Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober - Ini sejarah Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini sejarah Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober.

Perlu diketahui, Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila berbeda.

Kedua hari peringatan tersebut merupakan peringatan terhadap lambang negara, yakni Pancasila.

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni yang merupakan peringatan awal mula Pancasila dijadikan sebagai lambang negara.

Sementara itu, Hari Kesaktian Pancasila berkaitan dengan peristiwa G30S yang terjadi pada tanggal 30 September 1965.

Baca juga: Aturan Pengibaran Bendera Setengah Tiang dan Sejarah Gerakan 30 September 1965 (G30S)

Baca juga: Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Saksi Bisu Eksekusi Keji G30S yang Simpan Sejarah Kelam

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober dan berkaitan dengan peristiwa G30S.

Rekomendasi Untuk Anda

Peristiwa G30S tersebut terjadi pada tanggal 30 September 1965.

Pada 1 Oktober 1965 dini hari, telah terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang dianggap loyal kepada PKI.

Suasana pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 1989. Monumen Pancasila Sakti dibangun di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Suasana pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 1989. Monumen Pancasila Sakti dibangun di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Kompas.com)

Mereka yang menjadi korban adalah enam pejabat tinggi Angkatan Darat, yakni :

1. Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)

2. Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)

3. Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)

4. Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)

5. Brigjen Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas