Tribun

Virus Corona

Legislator PDIP Dorong Pemerintah Agar Vaksin Sinovac Diakui WHO dan Arab Saudi

Rahmad Handoyo mendorong pemerintah agar vaksin Sinovac yang kini sudah dipakai banyak warga Indonesia untuk bisa diakui atau dilegalisasi WHO.

Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
Legislator PDIP Dorong Pemerintah Agar Vaksin Sinovac Diakui WHO dan Arab Saudi
Foto:Kominfo
Indonesia kembali kedatangan vaksin dari Sinovac dalam bentuk jadi dengan merek Coronavac sebanyak 5 juta dosis dan Astrazeneca sebanyak 1.086.000 dosis, Jumat (27/8/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Legislator PDIP Rahmad Handoyo mendorong pemerintah agar vaksin Sinovac yang kini sudah dipakai banyak warga Indonesia untuk bisa diakui atau dilegalisasi WHO.

Hal itu terkait dengan ibadah umrah yang sudah dibuka Arab Saudi, namun diketahui bahwa pemerintah Arab Saudi hanya bisa mengizinkan vaksin yang diakui WHO, sementara Sinovac belum mendapatkannya.

"Di rapat Komisi IX kita mendorong bagaimana caranya agar Sinovac itu mendapatkan pengakuan atau legalisasi dari WHO, Menteri Kesehatan juga langsung turun tangan tidak sebatas dirjen," kata Rahmad kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Bahkan, Rahmad menegaskan tak hanya Menkes yang melakukan lobi tersebut.

"Menteri Luar Negeri sudah melakukan Lobi agar sinovac itu juga segera mendapatkan pengakuan dari WHO, begitu mendapatkan sertifikat atau legalisasi dari WHO, keputusan dari kerajaan Arab Saudi juga berubah," tambahnya.

Dia memahami bahwa apa yang dilakukan Arab Saudi dalam rangka melindungi warganya, termasuk soal vaksin booster.

"Ketika Arab Saudi melakukan kebijakan adanya Booster saya memahami semua itu dalam rangka untuk melindungi," katanya.

"Tentu apa yang disampaikan tadi adalah Arab Saudi kerajaan dalam rangka untuk melindungi warga negara dan Indonesia juga dalam rangka untuk melindungi warga negara, bukan berarti tidak boleh, tetapi prosedurnya harus ketat," tandas Rahmad.

Baca juga: Ibadah Umrah Sudah Dibuka, Presiden Jokowi Diminta Komunikasi Langsung dengan Raja Salman

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi telah membuka ibadah umrah sejak Agustus 2021 lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas