Tribun

Seleksi Kepegawaian di KPK

Mimpi Eks Pegawai KPK Buat Partai Bersih-Berintegritas-Akuntabel

57 eks pegawai KPK yang banting sentir dari profesinya sebagai pejuang pemberantas korupsi.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Wahyu Aji
Mimpi Eks Pegawai KPK Buat Partai Bersih-Berintegritas-Akuntabel
Tangkap layar kanal YouTube KompasTV
Rasamala Aritonang, Pegawai Nonaktif KPK. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pascadipecat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), banyak dari 57 eks pegawai KPK yang banting sentir dari profesinya sebagai pejuang pemberantas korupsi.

Salah satunya Rasamala Aritonang yang bermimpi membuat dan mendirikan partai politik.

Parpol dirasa mampu menjadi kendaraan perubahan bagi wajah korupsi di Tanah Air.

Mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum KPK itu bahkan sudah menyiapkan nama parpol yakni 'Partai Serikat Pembebasan'.

Kata serikat dan pembebasan dipilih guna membebaskan kejahatan korupsi dari Indonesia dengan kebersamaan atau kekuatan kolektif.

Parpol yang digagasnya berusaha mendorong dan mewujudkan Pancasila sebagai ideologi yang hakiki dan dalam tataran riil praktik bernegara, bukan sekedar jargon ataupun slogan.

"Saya tertarik bikin partai politik, atau bisa juga masuk parpol. Kalau bisa bikin partai, nanti saya namakan 'Partai Serikat Pembebasan. Partai politik bisa jadi jalan untuk kendaran perubahan, tentu dengan prinsip utama integritas," ujar Rasamala, Kamis (14/10/2021).

Gagasan ini disebutnya sudah sejak lama dibahas, namun baru intens kembali dibicarakan pascakeputusan penonaktifan 57 orang terjadi.

Baca juga: Setumpuk Aktivitas Baru Eks Pegawai KPK yang Dipecat, Ada yang Buka-bukaan Ingin Bikin Parpol

Rasamala sendiri sempat pulang kampung, tapi tak lama dirinya mendapat panggilan dari Hotman Tambunan dan Lakso Anindito agar kembali dan berkontribusi pada negara.

"Saya dihubungi 'Anda tak bisa disana terus, ini urusan negara harus ada yang ngurus, jadi kalau masih mau dan ingin berkontribusi datang kesini'. Saya langsung meluncur, saya putuskan tinggalin itu kampung, jagung lagi dijemur saya tinggalin, menghadap Lakso Anindito dan Hotman Tambunan. Diskusi berlanjut, mereka bilang bahwa diskursus ini harus kita finalkan dan harus digulirkan terus," ucapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas