Tribun

Dukung Penuh Pembuatan Film Pertempuran Arafuru, Yudo: Sejarah Perjuangan Angkatan Laut

Ketika itu, kata dia, KRI Macan Tutul  Indonesia tenggelam oleh kapal perang frigate Belanda dalam merebut kembali Irian Barat.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Dukung Penuh Pembuatan Film Pertempuran Arafuru, Yudo: Sejarah Perjuangan Angkatan Laut
Foto: Tribunnews.com/Gita Irawan
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono bersama aktor film Arafuru usai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TNI AL dengan PT Indonesia Televisi Streaming Network (ITSN) terkait pembuatan film Arafuru di geladak Helikopter KRI Bung Tomo yang sandar di Dermaga JICT II Tanjung Priok Jakarta pada Senin (18/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Laut (TNI AL) akan mendukung penuh pembuatan film berjudul Arafuru yang bercerita tentang pertempuran melawan penjajah yang dipimpin Komodor Yos Sudarso di Laut Aru Maluku pada 15 Januari 1962 lalu.

Dukungan tersebut di antaranya ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TNI AL dengan PT Indonesia Televisi Streaming Network (ITSN) di geladak Helikopter KRI Bung Tomo yang sandar di Dermaga JICT II Tanjung Priok Jakarta pada Senin (18/10/2021).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Penerangan (Kadispenal) TNI AL Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono dan Komisaris Utama PT ITSN Wibisono disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Film tersebut akan digarap di antaranya oleh sutradara Viva Westi dengan sejumlah aktor di antaranya Chico Jericho dan Okan Cornelius.

Usai penandatanganan, Yudo mengapresiasi Wibisono dan timnya yang akan membuat film tersebut.

Hal itu karena, kata Yudo, pertempuran Arafuru merupakan sejarah perjuangan Angkatan Laut.

Ketika itu, kata dia, KRI Macan Tutul  Indonesia tenggelam oleh kapal perang frigate Belanda dalam merebut kembali Irian Barat.

Baca juga: Momen Laksamana TNI Yudo Tak Sengaja Bertemu Sahabat Masa Kecilnya yang Kini Jadi Polisi

Yudo mengatakan TNI AL akan mendukung penuh baik dari sisi prajurit maupun alutsista dalam pembuatan film tersebut.

Dengan demikian, kata Yudo, sejarah perjuangan Angkatan Laut dapat terbuka dan dapat diteladani oleh para prajurit TNI AL penerus.

"Tentunya nanti dalam pembuatannya kita akan dukung penuh dari prajurit-prajurit maupun dari alutsista kita sehingga sejarah pertempuran Laut Arafuru dapat terbuka semuanya dan tentunya akan menjadi tauladan kita, dan menjadi pelajaran kita bersama pada generasi penerus Angkatan Laut," kata Yudo.

Sementara itu Wibisono mengatakan 30% film tersebut menggunakan teknologi Computer Generated Imagery (CGI) dan 70% sisanya akan menggunakan pengambilan gambar di laut juga studio.

Dia mengatakan rencananya timnya akan mulai melakukan riset ke Belanda pada awal November tahun ini. 

Selanjutnya, kata dia, timnya berencana akan shooting teaser pada Desember.

"Mohon dukungan dari Bapak KSAL, pastinya akan melibatkan anggota dari Angkatan Laut. Karena di situ ada talent-talent yang kita rencanakan shooting. Dan kemungkinan Maret atau April (2022) kita akan memulai shooting yang besar. Itu kira-kira selama enam bulan. Dan saya harapkan paling cepat di Januari 2023 saat Hari Dharma Samudera sudah premier," kata Wibisono.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, para pejabat Utama Mabesal, dan Pangkotama TNI AL Wilayah Jakarta.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas