Tribun

Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi, Menteri Agama Ingatkan Ajaran Rasul Mengenai Empati kepada Sesama 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan ajaran Rasulullah mengenai empati kepada sesama. 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
Maulid Nabi, Menteri Agama Ingatkan Ajaran Rasul Mengenai Empati kepada Sesama 
screenshot
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan ajaran Rasulullah SAW mengenai empati kepada sesama. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Yaqut dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan Tahun 1443 H. 

"Empati ini mungkin buat sebagian orang adalah hal yang tidak berarti, tapi dengan empati kita bisa bersatu, bisa saling mengerti, saling memahami dan sekali lagi ini adalah hal yang diajarkan Baginda Rasulullah SAW," tutur Yaqut melalui keterangan tertulis, Selasa (19/10/2021).

Yaqut meyakini bahwa empati yang ditebarkan pada semua umat, akan memperkuat silaturahmi. 

Hal ini sesuai dengan tema peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H yaitu menebar empati perkuat silaturahmi. 

Rasulullah yang dilahirkan pada 12 Rabiulawal, kata Yaqut, telah memberikan teladan dalam mengelola perbedaan. 

Bagi Yaqut, Rasulullah merupakan pribadi penuh kasih sayang yang mampu merangkul semua yang berbeda dan menempatkan hak-hak asasi sebagai dasar relasi sosial. 

"Di bawah kepemimpinannya, kita menyaksikan harmoni Madinah yang begitu indah meski dihadapkan pada keragaman agama, budaya, dan keyakinan," kata Yaqut.

Baca juga: Wapres Maruf Amin: Teladani Akhlak Rasulullah dengan Bangun SDM Unggul

Menurutnya, mencontoh ahlak dan jejak kepemimpinan Rasulullah SAW adalah sebuah keniscayaan. 

Bahkan, para pendahulu bangsa telah meletakkan dasar-dasar berbangsa dan bernegara dengan menempatakan harmoni dan kerukunan sebagai spirit universal yang akan menjaga bangsa Indonesia tetap utuh.

Dirinya menuturkan bahwa Allah lebih banyak menganugerahi persamaan. Ia meyakini bahwa perbedaan yang ada jumlahnya lebih sedikit daripada persamaan. 

"Spirit Maulid Nabi Muhammad juga mengajak kita berjihad dengan berani untuk mengedepankan persamaan dari perbedaan," tutur Yaqut. 

Spirit Maulid Nabi Muhammad SAW, menurutnya, harus menginspirasi untuk tak pernah berputus asa memberi yang terbaik untuk bangsa dan negara.

"Selain itu perlu kita ingat bahwa Allah telah menganugerahi kekayaan alam dan budaya dan salah satu cara bersyukur kita adalah merawat kekayaan alam dan budaya itu dengan baik," pungkas Yaqut.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas