Tribun

Ken Setiawan Khawatir NII Mulai Sasar Kalangan Buruh, 'Bahaya Karena Tidak Ada yang Pantau'

Di kelompok NII menurut Ken memang belum bicara teror seperti membuat bom dan rakit senjata

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Eko Sutriyanto
Ken Setiawan Khawatir NII Mulai Sasar Kalangan Buruh, 'Bahaya Karena Tidak Ada yang Pantau'
Tribunnews/Gita Irawan
Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan mengatakan bahwa kelompok radikal Negara Islam Indonesia mulai menjadikan para pekerja sebagai sasaran untuk didoktrin paham radikal. 

Ken sekaligus menyampaikan rasa prihatinnya atas maraknya pemberitaan mengenai NII di media. 

"Saya prihatin dengan fenomena NII yang akhir-akhir ini muncul di media dan begitu masif, pasalnya bukan hanya kalangan pelajar sekolah dan mahasiswa, tapi perekrutan NII juga menyasar kalangan buruh," kata Ken dalam keterangannya pada Tribunnews.com, Rabu (20/10/2021). 

Ken berpendapat, bila yang disasar NII adalah para pekerja, maka akan sangat berbahaya. 

Baca juga: Ibunda Teroris MIT Poso Ahmad Panjang Menangis Minta Anaknya Segera Pulang

"Kalau kalangan pelajar dan mahasiswa ketika terjadi penyimpangan perilaku biasanya terdeteksi orang tua, misalnya biasanya pulang sore tiba tiba pulang, terus selalu minta dana untuk keperluan yang tidak jelas. Tapi kalau kalangan pekerja buruh yang tinggal dikontrakan siapa yang bisa memantau?," Tanya Ken.

"Mau nggak pulang ke kontrakan sehari, seminggu bahkan sebulan juga tidak ada yang mencari, paling yang cari pemilik kontrakan karena harus bayar bulanan," sambung eks NII tersebut. 

Di kelompok NII menurut Ken memang belum bicara teror seperti membuat bom dan rakit senjata.

Akan tetapi orang yang bergabung di NII, lanjut dia, sudah punya bekal benci kepada negara, aparat dan pemerintah. 

"Mereka diajarkan melihat semuanya sebagai taghut dan kafir. Ketika mereja kecewa lalu keluar NII, maka berpotensi direkrut kelompok teroris JI, JAD dll, mereka seperti buah yang sudah matang, siap dipetik oleh kelompok teroris," jelas Ken.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas