Tribun

Kesaksian Buruh Yang Nyaris Ditarik NII, Sebut Mirip Bunglon dan Sulit Dideteksi Aparat

Buruh itu diwajibkan infak yang cukup besar untuk mendukung program negara dan diminta untuk mengajak sahabatnya bergabung di NII.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Kesaksian Buruh Yang Nyaris Ditarik NII, Sebut Mirip Bunglon dan Sulit Dideteksi Aparat
Ilustrasi Tribun Maluku
Tolak Radikalisme - Kesaksian Buruh Yang Nyaris Ditarik NII, 'Mereka Itu Bunglon, Aparat Mungkin Tidak Bisa Deteksi Mereka' 

Namun setelah lama bergabung dengan kelompok HIJRAH, buruh itu menemukan kejanggalan dan keanehan, karena yang dibahas bukan masalah agama, tapi masalah negara Islam.

Buruh itu diwajibkan infak yang cukup besar untuk mendukung program negara dan diminta untuk mengajak sahabatnya bergabung di NII.

"Dia itu bingung ketika keluarga minta bantuan dana sementara dana dari gajian sudah diberikan untuk infak NII," ujar Ken.

"Akhirnya terpaksa berbohong kepada keluarga kalau saat ini ada kebutuhan mendesak, jadi belum bisa membantu keluarga. Bahkan dia sudah berani berhutang ke sana kemari kepada sahabatnya di proyek untuk kebutuhan Infak NII tersebut," sambung Ken.

Beruntung buruh tersebut mendapatkan sebuah informasi dari Ken Setiawan, mengenai bahaya kelompok radikal NII.

"Setelah mendapatkan jawaban dari NII Crisis Center, buruh itu akhirnya minta bertemu dengan tim NII Crisis Center. Setelah ketemu baru dia semakin yakin bahwa apa yang di lakoni adalah salah dan harus ditinggalkan," kenang Ken.

Baca juga: Puluhan Remaja di Garut Diduga Dibaiat NII, Densus 88 Turun Tangan

Baca juga: Kaji Masalah Rekrutmen NII di Garut, Kemenag Beri Pendampingan Korban Baiat

Korban NII Dimiskinkan Atas Nama Infak

Ken mengungkapkan, apa yang dialami buruh yang nyaris bergabung dengan NII itu benar-benar memprihatinkan.

Menurut Ken, buruh itu dipaksa memberi uang untuk mendukung program NII, menggunakan mekanisme infak.

"Korban NII itu akan dimiskinkan hartanya atas nama infak. Dirusak akhlaknya, yang tadinya anak baik tiba tida mengkafirkan semua orang termasuk orang tua, dan yang paling jahat adalah dihancurkan masa depanya," papar Ken.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas