Tribun

2 Tahun Jokowi & Maruf Amin

Survei Litbang Kompas: 64 Persen Masyarakat Yakin Kinerja Jokowi Ke Depan Akan Makin Baik

Survei Litbang Kompas menunjukkan lebih dari 60 persen publik yakin bahwa kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan leb

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Survei Litbang Kompas: 64 Persen Masyarakat Yakin Kinerja Jokowi Ke Depan Akan Makin Baik
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (kiri) dan KH Ma'ruf Amin (kanan) memberikan keterangan saat Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2019 di gedung KPU, Jakarta, Minggu (30/6/2019). KPU resmi menetapkan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Survei Litbang Kompas menunjukkan lebih dari 60 persen publik yakin bahwa kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan lebih baik ke depannya.

Hal itu disampaikan Manager Litbang Kompas Toto Suryaningtyas dalam diskusi Setelah 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf: Pandemi, Legasi dan Tahun Politik yang disiarkan kanal YouTube Para Syndicate, Jumat (22/10/2021).

"Jadi total yang menjawab yakin itu hanya 64 persen," kata Toto.

Hasil survei diketahui bahwa publik yang menjawab yakin 58 persen, sangat yakin 6 persen.

Tidak yakin 26 persen, sangat tidak yakin 2 persen. Tidak tahu/tidak menjawab 8 persen.

Toto mengatakan, bahwa angka 64 persen tingkat keyakinan publik terjadap kinerja kepemimpinan Jokowi akan lebih baik ke depannya merupakan sebuah modal sosial yang cukup baik.

Hal itu disampaikan Manager Litbang KOMPAS Toto Suryaningtyas dalam diskusi Setelah 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf: Pandemi, Legasi dan Tahun Politik yang disiarkan kanal YouTube Para Syndicate, Jumat (22/10/2021).
Hal itu disampaikan Manager Litbang KOMPAS Toto Suryaningtyas dalam diskusi Setelah 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf: Pandemi, Legasi dan Tahun Politik yang disiarkan kanal YouTube Para Syndicate, Jumat (22/10/2021). (Capture youtube)

Namun, ia menyebut bahwa angka di bawah 70 persen itu tidak meyakinkan untuk sebuah keyakinan. 

"Karena kalau kami biasa melakukan survei setiap minggu, poling real voting survei tiap minggu, angka keyakinan itu amannya di atas 70 persen karena buat karateristik masyarakat kita, keyakinan adalah doa," ungkap Toto.

Toto juga mengatakan, bahwa hasil itu menunjukkan bahwa problem dari ketidakpuasan yang umum.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi Menurun di 66,4 Persen

Menurutnya, faktornya bukan hanya keterpilahan, tetapi secara umum ada penurunan keyakinan di masyarakat.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) melakukan penanaman pohon mangrove bersama sejumlah duta besar negara sahabat, pegiat lingkungan, dan masyarakat di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Selasa (19/10/2021). Dalam kunjungan kerjanya ke Kaltara, selain menanam mangrove, Presiden Jokowi juga meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara door to door (pintu ke pintu) di Kelurahan Karang Rejo dan vaksinasi untuk pelajar di SMPN 1 Kota Tarakan, serta menyerahkan bantuan kepada para pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Kuliner Sebengkok, Kota Tarakan. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) melakukan penanaman pohon mangrove bersama sejumlah duta besar negara sahabat, pegiat lingkungan, dan masyarakat di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Selasa (19/10/2021). Dalam kunjungan kerjanya ke Kaltara, selain menanam mangrove, Presiden Jokowi juga meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara door to door (pintu ke pintu) di Kelurahan Karang Rejo dan vaksinasi untuk pelajar di SMPN 1 Kota Tarakan, serta menyerahkan bantuan kepada para pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Kuliner Sebengkok, Kota Tarakan. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev (Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev)

"Penurunan apresiasi secara umum sehingga mengakibatkan penurunan apresiasi secara umum di masyarakat," jelasnya.

Sebagai informasi, Survei Litbang KOMPAS dilakukan pada Oktober 2021.

Sebanyak 1.200 responden di 34 provinsi di 50 Kota dilibatkan.

Survei dilakukan dengan tatap muka. Margin of error kurang lebih 2,8 persen.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas