Tribun

Politisi NasDem Sebut Sosok Jubir Presiden Harus Paham Gaya Komunikasi Jokowi

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Politisi NasDem Sebut Sosok Jubir Presiden Harus Paham Gaya Komunikasi Jokowi
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kursi Juru Bicara (Jubir) Presiden kini kosong setelah ditinggalkan Fadjroel Rachman yang dilantik menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, pada Senin  (25/10/2021).

Partai NasDem menilai posisi jubir Jokowi yang kosong sangat mendesak untuk diisi figur baru.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

"Sepakat saya bahwa jubir presiden mengisi posisi jubir itu menjadi sangat mendesak karena di akhir-akhir ini memang banyak sekali kebijakan-kebijakan pemerintah yang harus disampaikan ke publik secara sederhana dan dipahami masyarakat," kata Ali.

Ali menyebut kriteria jubir harus memahami gaya komunikasi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Pakar: Jubir Presiden Penganti Fadjroel Harus Berlatar Belakang Komunikasi dan Dekat Dengan Jokowi

Namun, keputusan terkait siapa yang akan menjadi jubir presiden ada di tangan Jokowi.

"Figurnya itu hak presiden, NasDem tidak menentukan figur itu, tetapi kita tidak mau kemudian jubir presiden itu orang yang eksklusif, tapi orang yang mampu memahami gaya diskusi gaya bicara dari presiden, sehingga menyampaikannya kepada rakyat itu lebih sederhana, tidak ribet, dipahami masyarakat," ucap Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu.

Lebih lanjut, Ali menilai tak masalah jika latar belakang jubir baru Jokowi berasal dari kalangan profesional.

Namun yang terpenting menurutnya, sosok jubir yang baru bisa memahami gaya komunikasi Jokowi.

"Ya seorang profesional, aktivis, itu enggak ada masalah. Enggak ada masalah menurut NasDem. Karena kenapa miss, karena orang tidak memahami gaya komunikasi presiden. Pak presiden orang yang sangat sederhana dalam berbahasa. Kalau disampaikan ke rakyat dengan bahasa yang tidak sama, jadinya banyak dipelintir-dipelintir," tandasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas