Satgas IDI Nilai Harga PCR Rp 300 Ribu Masih Berat, Berharap Pemerintah Beri Subsidi
Harga tes PCR Rp 300 Ribu, Satgas IDI menilai harga masih berat untuk masyarakat, harap pemerintah beri subsidi.
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Inza Maliana

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta harga tes PCR Covid-19 diturunkan menjadi Rp 300 ribu.
Hal itu seiring dengan kebijakan baru pemeritah yang mewajibkan tes PCR bagi pelaku perjalanan udara.
Meskipun begitu, sejumlah kalangan melihat tarif tes PCR Rp 300 ribu dinilai masih berat bagi masyarakat.
Baca juga: Aturan Terbaru Pelaku Perjalanan Domestik Selama PPKM: Transportasi Udara Wajib Vaksin dan PCR
Termasuk Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban.
Menurut Zubairi, harga tes PCR Rp 300 ribu masih memberatkan bagi sebagian besar masyarakat.
Ditambah lagi, jika nantinya kewajiban PCR juga berlaku bagi moda transportasi selain pesawat.
"Harga tes PCR jadi Rp300 ribu sepertinya masih berat bagi sebagian besar kalangan. Apalagi jika diterapkan di seluruh moda transportasi."
"Bayangkan kalau sekeluarga 4-5 orang," ucap Zubairi, dikutip dari akun Twitter-nya, @ProfesorZubairi, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Puan Khawatir Terjadi Diskriminasi Ekonomi karena Harga Test PCR Lebih Mahal dari Tiket
Zubairi menilai harga PCR bisa ditekan lagi dengan kekuatan ekonomi pasar, kemudian didukung subsidi dari pemerintah.
Ia pun menceritakan perihal harga tes selain Covid-19 yang juga dinilai memberatkan.
Dikatakannya, pada tahun 1987, ada sebuah tes untuk mengukur jumlah virus HIV (viral load).
Ketika itu, tarif tes viral load dibandrol harga yang cukup mahal sekitar Rp 1,7 juta.

Baca juga: Soal Harga PCR Rp 300 ribu, Ridwan Kamil Usul agar Lebih Murah Lagi: Harga Harus Semurah-murahnya
Namun, kemudian harga tes tersebut bisa mengalami penurunan.
Melihat hal tersebut, ia berharap penurunan harga juga bisa terjadi pada tes PCR.
Zubairi juga menaruh harapan pemerintah menyediakan program subsidi.
"Saya masih ingat pada 1987. Ketika itu harga tes viral load (tes mengukur jumlah virus HIV dalam darah) amat mahal: Rp1,7 juta."
"Kemudian turun beberapa kali--sampai akhirnya pemerintah punya program subsidi tes tersebut."
"Kalau tes viral load bisa, kemungkinan tes PCR juga bisa," lanjutnya.
Pemerintah Tegaskan Tak Beri Subsidi untuk Tes PCR
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah tak ada rencana memberi subisdi untuk harga tes PCR.
Menurutnya, harga Tes PCR di Indonesia sudah tergolong murah.
Baca juga: Penuhi Kebutuhan Masyarakat Terhadap Tes PCR, Ini Langkah yang Dilakukan Smartcolab
Budi pun meminta masyarakat tak bandingkan harga tes PCR di Indonesia dengan India.
Mengingat, India adalah negara yang paling murah untuk segala kebutuhannya.
Hal tersebut disampaikan oleh Budi dalam konverensi pers Evaluasi Program PC-PEN dan Optimalisasi Anggaran Program PEN 2021 yang disiarkan secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (26/10/2021), dilansir Tribunnews.com.

"(PCR) yang paling murah India, yakni Rp 160 ribuan. Tapi memang India adalah negara yang paling murah untuk semuanya selain China. "
"Karena memang mereka juga produksi di dalam negeri kemudian skala ekonomi negara India juga tercapai karena jumlah populasinya mencapai 2 billion (jiwa)," kata Menkes Budi.
Dengan penjelasan ini, Budi menyebut bahwa harga harga tes PCR di Indonesia yang saat ini berkisar Rp 500 ribu itu masih tergolong murah secara global.
Baca juga: Legislator PDIP Minta Harga Tes PCR Rp 300 Ribu Dikaji Ulang: Kalau Bisa Diturunkan Lagi
Sehingga, kata Budi, dengan melihat kondisi Indonesia yang saat ini, sulit rasanya untuk menurunkan harga harga tes PCR ke titik terendah lagi.
Untuk itu, Budi menegaskan pemerintah tidak merencanakan adanya subsidi bagi harga tes PCR di Indonesia.
"Harga PCR yang ditentukan oleh Pak Presiden kemarin sudah 10 persen paling bawah, paling murah dibandingkan dengan harga test PCR di seluruh dunia di airport-airport."
"Dan apakah ada subsidi, pemerintah tidak merencanakan adanya subsidi. Karena memang harga yang diturunkan itu sudah cukup murah," tegas Budi.
(Tribunnews.com/ Shella Latifa/Galuh Widya Wardani)