Tribun

Virus Corona

Panglima TNI: Pemerataan Optimalisasi Pencapaian Vaksinasi Harus Diupayakan

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pemerataan optimalisasi pencapaian vaksinasi harus diupayakan.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Panglima TNI: Pemerataan Optimalisasi Pencapaian Vaksinasi Harus Diupayakan
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Vaksinasi merupakan salah satu upaya menekan pandemi Covid-19. Saat ini 21 Ibu Kota Provinsi sudah mencapai vaksinasi dosis pertama di atas 70%. Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 bersama Forkopimda Se-Wilayah Sumatra Utara dan Tinjau Serbuan Vaksinasi di Lapangan Benteng, Medan, Rabu (3/11/2021). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pemerataan optimalisasi pencapaian vaksinasi harus diupayakan.

Menurutnya, tanpa adanya capaian vaksinasi yang merata maka upaya menekan pandemi akan berjalan lebih sulit.

Hal tersebut disampaikan Hadi didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 bersama Forkopimda Se-Wilayah Sumatera Utara pada Rabu (3/11/2021).

“Kita harus mengupayakan pemerataan optimalisasi pencapaian vaksinasi. Tanpa adanya capaian vaksinasi yang merata, maka upaya menekan pandemi akan berjalan lebih sulit,” kata Hadi dalam keterangan resmi Puspen TNI pada Rabu (3/11/2021).

Vaksin, kata dia, adalah salah satu upaya yang saat ini harus lebih kita optimalkan dalam menekan pandemi.

Baca juga: Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Jangan Lengah, Sub Varian Delta Masih Ada dan Lebih Menular

Hadi juga mengatakan vaksin perlu mendapat perhatian karena sampai saat ini ia melihat masih ada masyarakat yang belum percaya vaksin dan masih ada masyarakat yang takut untuk divaksin.

Selain melaksanakan vaksinasi secara merata, kata dia, pilihan terbaik dalam menekan laju Covid-19 saat ini adalah mengambil langkah pencegahan dan antisipasi, agar tidak terjadi lagi lonjakan seperti yang lalu.

“Lonjakan kasus akan menyulitkan fasilitas kesehatan yang ada, memberi beban berat kepada tenaga kesehatan, menyulitkan ekonomi karena adanya pembatasan serta menyebabkan jatuhnya korban jiwa,” kata dia.

Hadi mengatakan saat ini vaksinasi di 21 Ibu Kota Provinsi sudah mencapai vaksinasi dosis pertama di atas 70%.

Kota Medan, kata dia, juga telah mencapai 70%.

Padahal, kata dia, sebelumnya pada 24 Oktober yang lalu Kota Medan baru mencapai 66%.

“Namun dalam waktu satu minggu, Kota Medan dapat menambah vaksin sebesar 4% dari target vaksinasi masyarakat atau lebih dari 54 ribu orang,” kata dia.

Hadi mengatakan bahwa capaian tersebut sangat penting karena Kota Medan adalah pusat perekonomian, jumlah penduduknya yang sangat besar dan mobilitas penduduk yang sangat tinggi, termasuk dari luar wilayah Kota Medan.

“Namun bila kita melihat Provinsi Sumatera Utara sebagai sebuah kesatuan, maka capaian vaksinasi dosis pertama di Sumatera Utara baru mencapai 46 sampai 47%,” kata dia.

Hadi juga berharap kepada Ketua Ikatan Dokter Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, Persatuan Gereja Indonesia, para Bupati dan Kadinkes di wilayah Sumatera Utara untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait pentingnya Vaksinasi dalam menekan kasus Covid-19.

Usai melaksanakan rapat dengan jajaran Forkopimda se-wilayah Sumatera Utara, Hadi meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi massal yang dipusatkan di Lapangan Benteng kota Medan.

Pelaksanakan serbuan vaksinasi massal dilakukan secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara.

Sasaran kegiatan tersebut yakni para lansia, remaja, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum, dengan target vaksinasi sebanyak 10 ribu dosis vaksin.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas