Penunjukan Andika Perkasa Jadi Calon Panglima TNI Tuai Kritik: Soal HAM hingga Harta Kekayaan
Penunjukkan Jenderal Andika Perkasa jadi calon panglima TNI menuai kritik, ada soal HAM hingga harta kekayaan.
Penulis: Inza Maliana
Editor: Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengritik penunjukan KSAD Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut mereka, penunjukan Andika Perkasa mengandung tiga permasalahan serius.
Pertama, terkait pola rotasi matra yang berlaku di era Reformasi dalam regenerasi Panglima TNI.
Perwakilan koalisi dari Imparsial, Hussein Ahmad menilai pola rotasi jabatan Panglima TNI yang telah dimulai sejak awal Reformasi ini tentu perlu untuk dipertahankan.
"Singkatnya, kami memandang bahwa seharusnya Presiden RI Joko Widodo tidak mengabaikan pola pergantian Panglima TNI berbasis rotasi matra."
"Mengabaikan pendekatan ini dapat memunculkan tanda tanya besar apakah Presiden RI lebih mengutamakan faktor politik kedekatan hubungan yang subyektif daripada memakai pendekatan profesional dan substantif," kata Hussein, dikutip Tribunnews.com dari siaran pers Kontras.org, Jumat (5/11/2021).
Kedua, Hussein menyebut seharusnya calon Panglima TNI bersih dari catatan buruk di masa lalu, terlebih terkait dengan pelanggaran HAM.
Namun, sosok Andika Perkasa diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tokoh Papua Theys Hiyo Eluay.
Baca juga: Uji Kelayakan Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Bakal Digelar Terbuka dan Tertutup
Baca juga: Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Ungkap PR Bagi Jenderal Andika Terkait Laut China Selatan
"Sudah seharusnya Presiden RI melakukan penggalian informasi secara komprehensif terhadap seluruh kandidat dengan melibatkan lembaga-lembaga kredibel guna memperkuat pertimbangan Presiden RI dalam mengambil keputusan yang tepat."
"Dengan diajukannya Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI, menunjukkan bahwa Presiden RI tidak memiliki komitmen terhadap Penegakan HAM secara serius sebagaimana komitmen politiknya," tulis Hussein.
Ketiga, koalisi yang terdiri dari Imparsial, LBH Jakarta, Kontras, HRWG dan PVRI ini menyoroti soal harta kekayaan Andika Perkasa yang bernilai fantastis.
Menurut mereka, kepemilikan harta senilai Rp 179,9 miliar harus dijelaskan secara terang benderang.
"Sebagai prajurit yang tunduk pada Sapta Marga yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, adanya laporan kepemilikan kekayaan hingga berjumlah Rp 179,9 Miliar harus dijelaskan secara transparan dan akuntabel sehingga terang benderang."
"Sehingga kami menilai penting untuk dilakukan audit harta kekayaan Andika Perkasa oleh KPK."
"Terlebih lagi Jenderal Andika Perkasa disebut belum pernah melaporkan LHKPN sebelum menjabat sebagai KSAD," ungkapnya.
Harta Kekayaan Andika Perkasa Capai Rp 179,9 Miliar
Baca juga: Momen KSAD Andika Perkasa Lepas Kepergian Presiden Jokowi ke Roma Dinilai Bukan Hal Istimewa
Baca juga: KSAD Jenderal Andika Ikut Melepas Presiden ke Roma Sinyal Penunjukan Panglima TNI? Ini Kata Pengamat
Dikutip dari elhkpn.kpk.go.id, Andika Perkasa terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 20 Juni 2021 lalu.
Dalam laporan tersebut, Andika Perkasa melaporkan total harta kekayaannya sebesar Rp179.996.172.019.
Harta kekayaan Andika Perkasa paling banyak berasal dari sektor tanah dan bangunan.
Diketahui, jumlah tanah dan bangunan yang dimiliki oleh Andika Perkasa berjumlah 20 unit.
Andika Perkasa juga memiliki sejumlah tanah dan bangunan di luar negeri, yaitu di Australia dan Amerika Serikat.
Berikut rincian harta kekayaan KSAD Andika Perkasa, dikutip Tribunnews.com dari elhkpn.kpk.go.id:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp38.164.250.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 460 m2/460 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR, HIBAH TANPA AKTA Rp340.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 300 m2/300 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, HIBAH TANPA AKTA Rp1.500.000.000
3. Bangunan Seluas 84 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HIBAH TANPA AKTA Rp700.000.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 340 m2/340 m2 di KAB / KOTA CIANJUR, HIBAH TANPA AKTA Rp150.000.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 435 m2/435 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HIBAH TANPA AKTA Rp4.500.000.000
6. Bangunan Seluas 32 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, HIBAH TANPA AKTA Rp575.000.000
7. Bangunan Seluas 76 m2 di NEGARA AUSTRALIA, HIBAH TANPA AKTA Rp1.500.000.000
8. Bangunan Seluas 32 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, HIBAH TANPA AKTA Rp500.000.000
9. Tanah dan Bangunan Seluas 450 m2/450 m2 di KAB / KOTA KOTA SURABAYA, HIBAH TANPA AKTA Rp10.537.250.000
10. Tanah Seluas 490 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HIBAH TANPA AKTA Rp362.000.000
11. Tanah Seluas 490 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HIBAH TANPA AKTA Rp362.000.000
12. Tanah Seluas 490 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HIBAH TANPA AKTA Rp362.000.000
13. Tanah Seluas 788 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HIBAH TANPA AKTA Rp582.000.000
14. Tanah Seluas 2950 m2 di KAB / KOTA TABANAN, HIBAH TANPA AKTA Rp201.000.000
15. Tanah Seluas 566 m2 di KAB / KOTA KOTA BANDAR LAMPUNG, HIBAH TANPA AKTA Rp35.000.000
16. Tanah Seluas 1000 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp500.000.000
17. Tanah Seluas 1145 m2 di KAB / KOTA BANTUL, HIBAH TANPA AKTA Rp458.000.000
18. Tanah dan Bangunan Seluas 2223 m2/2736 m2 di NEGARA USA, HIBAH TANPA AKTA Rp4.500.000.000
19. Tanah dan Bangunan Seluas 4875 m2/4832 m2 di NEGARA USA, HIBAH TANPA AKTA Rp5.000.000.000
20. Tanah dan Bangunan Seluas 6248 m2/6248 m2 di NEGARA USA, HIBAH TANPA AKTA Rp5.500.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp2.600.000.000
1. MOBIL, LANDROVER SPORT 3.0 V 6 AT Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp800.000.000
2. MOBIL, MERCEDES BENZ SPRINTER 315 Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp1.800.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp10.100.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp2.146.000.000
E. KAS DAN SETARA KAS Rp126.985.922.019
F. HARTA LAINNYA Rp ----
Sub Total Rp179.996.172.019
III. HUTANG Rp ----
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp 179.996.172.019
(Tribunnews.com/Maliana/Whiesa)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.