Tribun

Bursa Capres

Fahmi Idris Dukung Rizal Ramli Jadi Capres 2024

Fahmi Idris menegaskan dukungan kepada Rizal Ramli untuk memimpin negeri ini disampaikannya dalam kapasitas sebagai pribadi.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
Fahmi Idris Dukung Rizal Ramli Jadi Capres 2024
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Rizal Ramli dalam acara Halal Bihalal dan Pembukaan Rumah Konsolidasi Demokrasi di Kantor baru Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) di Jalan Veteran I, Gambir, Jakarta, Minggu (6/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persoalan kekinian berkaitan dengan masalah kebangsaan menjadi tema utama saat tokoh pergerakan mahasiswa Angkatan 1966 yang juga tokoh penting Partai Golkar Fahmi Idris bertemu dengan tokoh pergerakan mahasiswa Angkatan 1978 Dr Rizal Ramli.

Dalam silaturahim di kediaman Rizal Ramli, Fahmi Idris menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa saat ini. Khususnya berkaitan dengan kepemimpinan nasional.

Fahmi Idris yang merupakan anggota Dewan Pembina Partai Golkar menekankan, sudah saatnya Indonesia dipimpin oleh orang pintar yang memiliki integritas.

Syarat lainnya selain pintar dan mempunyai integritas, figur tersebut menurut Fahmi Idris, juga harus memahami persoalan bangsa dan harus mampu bekerja untuk menjadikan Indonesia lebih baik.

Baca juga: Dukung Ganjar Maju Jadi Capres 2024, Berikut Isi Deklarasi dari SIGAP

Mengenai siapa figur yang memenuhi kriteria yang dimaksudkannya itu, secara lugas Fahmi Idris menyebut nama Rizal Ramli.

"Saya secara pribadi sejak lama mendukung Rizal Ramli untuk menjadi calon presiden," tegas Fahmi dalam keterangannya, Sabtu (6/11/2021).

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini menegaskan dukungan kepada Rizal Ramli untuk memimpin negeri ini disampaikannya dalam kapasitas sebagai pribadi.

Karena sebagai tokoh Golkar dirinya terikat oleh aturan partai.

Hal lain yang disinggung Fahmi Idris berkaitan dengan masalah figur calon presiden ialah hendaknya figur calon presiden jangan dibentur-benturkan dengan persoalan-persoalan yang bersifat primordialistik, seperti Jawa atau non-Jawa.

"Esensi yang terpenting adalah negeri ini sudah 76 tahun mengenyam kemerdekaan, jangan lagi dipimpin oleh pemimpin yang tidak cerdas dan yang tidak mampu memajukan Indonesia," jelas Fahmi Idris.

Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas