Tribun

Penangkapan Terduga Teroris

Maman Imanulhaq: MUI Jangan Dibubarkan, Cukup Diaudit dan Dibenahi

Anggota DPR RI, Maman Imanulhaq menolak pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Maman Imanulhaq: MUI Jangan Dibubarkan, Cukup Diaudit dan Dibenahi
istimewa
Wakil Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI, Maman Imanulhaq menolak pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hak itu ditegaskan anggota Komisi VIII DPR RI ini menganggapi desakan pembubaran MUI yang muncul usai seorang pengurus MUI Ahmad Zain An Najah ditangkap Densus 88 atas dugaan terlibat jaringan teroris.

Tagar 'Bubarkan MUI' di lini masa pun muncul setelah Densus 88 menangkap Zain An Najah yang dituding merupakan anggota Dewan Syura Jamaah Islamiyah (JI).

Seruan bubarkan MUI ini mendapat tanggapan beragam dari berbagai tokoh. Mayoritas mereka menolak bila MUI yang berdiri sejak tahun 1975 ini dibubarkan.

Kiai Maman yang juga Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB ini menegaskan bahwa MUI dibutuhkan Indonesia.

Baca juga: Menkopolhukam Tegaskan Tak Ada Hubungan Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi dengan MUI

"Jangan lantaran ada satu pengurusnya yang diduga teribat jaringan teroris maka MUI yang menjadi wadah ormas-ormas Islam malah dibubarkan," kata Maman dalam keterangan yang diterima, Senin (22/11/2021).

"MUI sangat penting untuk bangsa Indonesia. Di dalamnya masih banyak tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, Dewan Dakwah, Al Irsyad, dan ormas-ormas lain, yang mencintai Indonesia," lanjut dia.

Maman menegaskan terorisme tidak tumbuh pada kelompok tertentu saja, bibit teroris bisa tumbuh di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja.

Jadi menurutnya, publik jangan hanya melihat bahwa teroris timbul dari kelompok agama tertentu saja.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas