Tribun

Masyarakat Indonesia Diminta Waspada terhadap Gerakan dan Aksi Terorisme

CENTRIS meminta masyarakat Indonesia senantiasa waspada terhadap gerakan dan aksi terorisme.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
Masyarakat Indonesia Diminta Waspada terhadap Gerakan dan Aksi Terorisme
TRIBUN LAMPUNG/TRIBUN LAMPUNG/DENI SAPUTRA
PENGGELEDAHAN DENSUS 88 - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Gang Mahoni 1, Nomor 9, Way Halim Permai, Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (3/11/2021). Penggeledahan tersebut dilakukan lantaran diduga menjadi gudang atau tempat penyimpanan barang barang milik salah satu terduga teroris yang diamankan beberapa hari lalu dan ditemukan sejumlah barang berupa ratusan kotak amal bertuliskan LAZ ABA, serta 5 unit CPU komputer yang diduga ada kaitannya dengan sumber pendanaan yang untuk kepentingan salah satu kelompok atau jaringan teroris. TRIBUN LAMPUNG/DENI SAPUTRA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 13 tahun lalu atau tepatnya 26 November 2008 terjadi tragedi terorisme di Mumbai, India. Serangan Mumbai 2008 merupakan rangkaian aksi terorisme terkoordinasi secara serentak di sejumlah lokasi sekitar kota terbesar India tersebut.

Memperingati tragedi ini, Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (CENTRIS) meminta masyarakat Indonesia senantiasa waspada terhadap gerakan dan aksi terorisme.

"Hari ini tepat 13 tahun terjadinya tragedi Mumbai, India. Peristiwa keji ini menunjukkan bahwa terorisme adalah musuh nyata terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Bertentangan dengan nilai agama dan ketuhanan," kata peneliti senior CENTRIS, dalam keterangannya, Sabtu (27/11/2021).

Diketahui tragedi Mumbai 2008 terjadi di lima lokasi dan menewaskan 166 orang, di mana 25 di antaranya turis asing.

Para teroris melakukan serangkaian serangan di stasiun kereta api Chhatrapati Shivaji Terminus (CST), dua hotel bintang lima yaitu Oberoi/Trident dan Taj Mahal Palace, Kafe Leopold, Rumah Sakit Cama, gedung pusat komunitas Yahudi Chabad House dan kantor polisi.

"Cara-cara teror seperti ini jelas tidak dibenarkan oleh hukum negara manapun bahkan dilarang oleh agama apapun di muka bumi ini," kata Solissa.

Kelompok yang menamakan diri 'Deccan Mujahidin' disebut bertanggung jawab dalam peristiwa itu.

Baca juga: Forum Santri Dukung Densus 88 Polri Tangkap Terduga Pelaku Teroris

Sejumlah lembaga investigasi, seperti FBI dan jurnalis independen menyimpulkan ada keterlibatan Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan, lantaran terbukti memberi dana, perlengkapan militer, dan panduan perencanaan strategis bagi para teroris.

Pada Januari 2021, pengadilan Pakistan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada Zakir-ur-Rehman Lakhvi atas tuduhan pendanaan teror.

Halaman
12
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas