Tribun

4 Tokoh Nasional Ini Tolak Namanya Dikaitkan dengan Artikel Adu Domba LSM Amerika

Saya mengendus adanya pemanfaatan nama-nama tokoh Islam Indonesia untuk kepentingan finansial tertentu

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
4 Tokoh Nasional Ini Tolak Namanya Dikaitkan dengan Artikel Adu Domba LSM Amerika
Tangkap Layar Kompas Tv
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra, Tangkap Layar Kompas Tv (Rabu 1/9/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak empat tokoh nasional yaitu Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif selaku Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan selaku Guru Besar Emeritus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. M. Amin Abdullah selaku Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, dan Prof. Dr. Azyumardi Azra selaku Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, menolak dikaitkan dengan publikasi bernada tuduhan dan berpotensi mengarah kepada adu domba.

Publikasi itu berjudul “POLITICAL COMMUNIQUÉ: 2021_10_28_Nahdlatul Ulama Circular Letter: Executive Summary” dan didistribusikan secara luas melalui alamat email LibForAll Foundation dan ditayangkan di situs Bayt ar-Rahmah.

"Ya. Saya tidak hanya menolak publikasi tersebut, tapi sudah lama keberatan nama saya dipasang di website dia. Saya mengendus adanya pemanfaatan nama-nama tokoh Islam Indonesia untuk kepentingan finansial tertentu," kata Azyumardi Azra saat dihubungi Tribunnews, Selasa (30/11/2021).

Adapun publikasi tersebut ditayangkan di situs web Bayt ar-Rahmah dan disebarluaskan oleh LibForAll Foundation.

Keduanya merupakan LSM Amerika Serikat (AS), didirikan dan dipimpin oleh C. Holland Taylor yang kabarnya bermukim di Indonesia.

Baca juga: The Daily Express Minta Maaf Publikasikan Klaim Palsu Rusia Curi Formula Vaksin AstraZeneca

Dalam artikel tersebut, terdapat pernyataan yang berbunyi:

"…sebuah surat edaran yang didistribusikan kepada mereka yang memimpin Nahdlatul Ulama, sebagai respons terhadap upaya-upaya oleh Institut Leimena, suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berbasis di Jakarta dan penyokong-penyokong asingnya — Institute for Global Engagement (IGE) dan American Jewish Committee (AJC) yang berbasis di Amerika Serikat — untuk memanfaatkan Nahdlatul Ulama dan Kementerian Agama Indonesia yang sangat kuat dalam menjalankan suatu agenda yang berpotensi memecah belah dengan didikte oleh aktor-aktor asing, yang hendak mengubah lanskap sosiokultural, agama, dan politik Indonesia yang kompleks.”

Kuasa hukum keempat tokoh tersebut, Maruarar Siahaan, telah melayangkan surat penolakan tegas ke LibForAll Foundation di Amerika Serikat, ditujukan kepada CEO dan Chairman, C. Holland Taylor, pada 19 November lalu.

“Kami mengungkapkan keterkejutan dan ketidakpercayaan kami ketika membaca artikel yang didistribusikan LibForAll dan ditayangkan di situs web Bayt ar-Rahmah tersebut,” ujar Maruarar.

Maruarar mengatakan ada 3 persoalan serius yang menjadi sorotan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas