Tribun

Wamenkumham Jadikan Presiden Jokowi Contoh Pejabat Publik Antigratifikasi

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Wamenkumham Jadikan Presiden Jokowi Contoh Pejabat Publik Antigratifikasi
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lantaran, menurut pria yang karib dipanggil Eddy itu, Jokowi bisa menjadi contoh yang baik dalam menolak gratifikasi.

"Di Indonesia sebetulnya Presiden Joko Widodo telah memberikan contoh yang baik dan ini diikuti oleh para menteri," ucap Eddy dalam webinar 'Pengendalian Gratifikasi: Mencabut Akar Korupsi' di YouTube KPK RI, Selasa (30/11/2021).

Eddy memerinci, Jokowi sudah dua kali memberikan contoh baik dalam penanganan pemberian hadiah dari pihak lain yang dinilai sebagai gratifikasi

Pertama, soal penerimaan piringan hitam album Metallica yang ditandatangani penabuh drum Lars Ulrich. 

Presiden Joko Widodo memamerkan album piringan hitam Metallica pemberian Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rassmussen di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (28/11/2017).
Presiden Joko Widodo memamerkan album piringan hitam Metallica pemberian Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rassmussen di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (28/11/2017). (Fabian Januarius Kuwado)

Pelat album Master Of Puppets itu diberikan kepada Jokowi lewat Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rassmussen di Istana Kepresidenan Bogor pada 28 November 2017.

Waktu itu, Jokowi langsung melaporkan penerimaan itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Setelah melapor, KPK menilai piringan hitam itu bagian dari gratifikasi

Jokowi langsung membayar vinil itu untuk menghindari gratifikasi.

Baca juga: Komisioner KPK: Pacar Anda Bupati, Mertua Anda Menteri, Maka Gratifikasi Dianggap Suap

"Beliau tebus dengan harga Rp10 juta karena ketika diberikan Metallica itu beliau lapor KPK, dan KPK menganggap itu sebagai gratifikasi. Kemudian beliau diberi kesempatan pertama kali untuk menebus kemudian beliau bayar Rp10 juta," kata Eddy.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas