Tribun

Libur Natal dan Tahun Baru

Wakil Ketua MPR Nilai pada Libur Natal dan Tahun Baru Cukup Terapkan PPKM Level 2

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, PPKM saat libur Nataru cukup berada di level 2.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Wakil Ketua MPR Nilai pada Libur Natal dan Tahun Baru Cukup Terapkan PPKM Level 2
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. 

Wakil Ketua MPR Nilai Libur Nataru Cukup Terapkan PPKM Level 2

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) memang sebaiknya tidak terlalu tinggi.

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, PPKM saat libur Nataru cukup berada di level 2.

"Mestinya kita level 1, tapi karena nataru ini jadi level 2 itu sudah lebih dari cukup," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: PPKM Level 3 Nataru Batal, Satgas Covid-19 Ingatkan Tetap Ada Pengetatan

Zulhas mengatakan hal yang paling penting saat ini adalah menggencarkan vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, jika semua orang sudah divaksin maka imun tubuh akan naik dan sebaran kasus baru bisa ditekan dengan baik.

"Jadi kuncinya itu vaksin, kalau semua sudah vaksin itu mudah-mudahan karena imunnya naik dan itu bisa diatasi," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah membatalkan kebijakan menerapkan PPKM level 3 pada periode Natal dan Tahun Baru 202 (Nataru) pada semua wilayah.

Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia yang menunjukkan perbaikan signifikan dan terkendali pada tingkat yang rendah menjadi alasan.

"Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yg berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangannya, Selasa (7/12/2021).

Luhut menjelaskan, keputusan ini juga didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen.

Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali.

Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas