Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hadapi Kebutuhan Industri Kemendikbudristek: Kompetensi Pelajar Vokasi Perlu Diperkuat

Kepala Subbag Tata Usaha Direktorat SMK Kemendikbudristek Arfah Laidiah mengatakan pemerintah terus berupaya mencetak lulusan vokasi yang berkualitas.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hadapi Kebutuhan Industri Kemendikbudristek: Kompetensi Pelajar Vokasi Perlu Diperkuat
Istimewa
ILUSTRASI. Siswa SMKN 1 Brebes kompetensi keahlian tata busana menjalani praktik menjahit. Untuk mendukung penciptaan manusia unggul khususnya pada pendidikan kejuruan atau vokasi, pemerintah membentuk program SMK Pusat Keunggulan (Center of Excellence). 

Program ini merupakan pelatihan vokasi yang difokuskan pada pengembangan kompetensi para calon ahli listrik.

Melalui program EEPC ini, Schneider Electric berbagi wawasan mengenai trend konsep perumahan masa depan yang semakin terkoneksi dan cerdas, dan kompetensi digital yang dibutuhkan ahli listrik di masa mendatang.

Baca juga: Kemendikbudristek: Pemda Dibutuhkan untuk Bantu Kolaborasi Industri dan Pendidikan Vokasi

Kemitraan Schneider Electric dengan Kemendikbudristek dalam pengembangan kompetensi SDM vokasi telah dimulai sejak 2018.

Program ini melalui pembangunan Pusat Keunggulan bidang Listrik, Otomasi dan Energi Terbarukan, program pelatihan guru dan tenaga kependidikan SMK, serta revitalisasi fasilitas laboratorium secara bertahap di 184 SMK di seluruh Indonesia yang ditargetkan selesai pada tahun 2022.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas