Tribun

Virus Corona

Kasus Omicron di RI Terus Meningkat, Kemenkes Minta Masyarakat Disiplin Prokes: Harus Waspada

Kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus meningkat, Kemenkes Minta Masyarakat Disiplin Prokes: Harus Waspada.

Penulis: Shella Latifa A
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Kasus Omicron di RI Terus Meningkat, Kemenkes Minta Masyarakat Disiplin Prokes: Harus Waspada
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi saat konferensi pers virtual, Rabu (29/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mencatat penambahan kasus Covid-19 varian Omicron di tanah Air.

Menurut laporan terakhir Sabtu (8/1/2022), kasus Omicron bertambah 75 orang.

Sehingga total kasus Omicron di Indonesia jadi 414 pasien.

Dari jumlah total Omicron itu, sebanyak 31 pasien transmisi lokal.

Baca juga: Kasus Omicron Jadi 414 Orang, Kemenkes: Sebagian Besar Berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Sementara, sisanya merupakan pelaku perjalanan luar negeri.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap disiplin menerapkan prokes.

Hal itu mengingat penularan virus terjadi pada orang yang sudah divaksinasi.

“Kita harus waspada, jangan sampai tertular."

"Wajib disiplin terapkan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi, jangan sampai tertular dan menularkan,” ucap Nadia, dikutip dari laman pers Kemenkes, Minggu (9/1/2022).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi Berikan Kabar Perkembangan Covid19 (Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden) Rabu (15/9/2021)
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi Berikan Kabar Perkembangan Covid19 (Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden) Rabu (15/9/2021) (Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Baca juga: 36 Warga Krukut Positif Covid-19, 4 RT Zona Merah, Micro Lockdown hingga 14 Hari

Nadia menambahkan, penularan kasus Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi.

Melihat mayoritas kasus adalah pelaku perjalanan luar negeri, Nadia mengimbau masyarakat tak berpergian ke luar negeri.

“Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri,” katanya.

Disebutkan Nadia, Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta.

Baca juga: Kabar Terkini Kasus Omicron di Indonesia Jadi 414 Orang, Mayoritas Asal Turki dan Arab Saudi

Pergerakan Omicron di RI terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas