NeoCov: Peneliti China Sebut sebagai Varian Covid-19 Baru yang Miliki Tingkat Kematian Lebih Tinggi
Para peneliti Cina mengungkapkan telah ditemukan virus NeoCov yang diklaim sebagai varian Covid-19 baru.
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
TRIBUNNEWS.COM - Para peneliti Cina mengungkapkan telah ditemukan virus NeoCov.
NeoCov diklaim sebagai varian Covid baru.
Mengutip The Independent, varian ini mengancam tingkat infeksi dan kematian yang lebih tinggi daripada jenis virus sebelumnya.
Laporan tersebut diungkapkan oleh para peneliti China di jurnal BioRxiv.
Baca juga: Ilmuwan China Temukan Varian Baru Covid-19 NeoCov yang Disebut Miliki Tingkat Kematian Tinggi
Apa Itu NeoCov?
NeoCoV sebenarnya bukan varian baru dari virus corona yang telah menyebabkan pandemi global.
Sebaliknya, NeoCov berasal dari jenis coronavirus yang berbeda yang terkait dengan sindrom pernapasan Timur Tengah (Mers-CoV.)
Mers-CoV sendiri asal-usulnya tidak sepenuhnya dipahami.
Mers-CoV adalah virus yang ditularkan ke manusia dari unta dromedari (Arab) yang terinfeksi.
Virus ini bersifat zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia dan dapat ditularkan melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan.
"Mers-CoV telah diidentifikasi pada dromedari di beberapa negara di Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan," kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Secara total, 27 negara telah melaporkan kasus sejak 2012, menyebabkan 858 kematian yang diketahui karena infeksi dan komplikasi terkait.
WHO menambahkan, menurut analisis genom virus yang berbeda, diyakini bahwa itu mungkin berasal dari kelelawar dan kemudian ditularkan ke unta di beberapa titik di masa lalu.
WHO mengatakan 35 persen pasien yang terinfeksi Mers-Covid telah meninggal, meskipun ini mungkin terlalu tinggi karena kasus-kasus ringan mungkin "terlewatkan oleh sistem pengawasan yang ada".
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.