NeoCov: Peneliti China Sebut sebagai Varian Covid-19 Baru yang Miliki Tingkat Kematian Lebih Tinggi
Para peneliti Cina mengungkapkan telah ditemukan virus NeoCov yang diklaim sebagai varian Covid-19 baru.
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
WION
NeoCov - Para peneliti Cina mengungkapkan telah ditemukan virus NeoCov yang diklaim sebagai varian Covid-19 baru.
NeoCoV adalah kerabat Mers-CoV dan beredar di kelelawar.
Dalam penelitian yang diterbitkan minggu ini, para ilmuwan yang berbasis di Wuhan memperingatkan bahwa NeoCoV dapat menyebabkan masalah jika ditransfer dari kelelawar ke manusia.
Virus corona khusus ini tampaknya tidak dinetralisir oleh antibodi manusia yang dilatih untuk menargetkan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, atau Mers-Cov.
Studi ini menunjukkan ada potensi ancaman NeoCoV menginfeksi manusia, tetapi tidak ada bukti bahwa sejauh ini telah dilakukan atau tidak ada indikasi seberapa menular atau fatalnya.
Tes laboratorium juga menunjukkan bahwa kemampuan NeoCoV untuk menginfeksi sel manusia buruk.
(Tribunnews.com/Widya)
Berita Rekomendasi
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.