Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Edy Mulyadi Ditahan, Kuasa Hukum Tak Tinggal Diam: Ajukan Penangguhan, Minta Perlindungan Dewan Pers

Edy Mulyadi ditahan, sang kuasa hukum tak tinggal diam: bakal ajukan penangguhan penahanan hingga minta perlindungan dewan pers.

Penulis: Shella Latifa A
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Edy Mulyadi Ditahan, Kuasa Hukum Tak Tinggal Diam: Ajukan Penangguhan, Minta Perlindungan Dewan Pers
kolase tribunnews
Edy Mulyadi yang kini jadi sorotan karena pernyataanya yang dituding hina orang Kalimantan - Edy Mulyadi ditahan, sang kuasa hukum tak tinggal diam: bakal ajukan penangguhan penahanan hingga minta perlindungan dewan pers. 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi resmi menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka atas dugaan kasus ujaran kebencian yang berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), Senin (31/1/2022).

Awalnya, Edy sempat menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait polemik ucapannya soal 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak'.

Usai jadi tersangka, Edy Mulyadi akan ditahan Rutan Bareskrim Polri hingga 20 hari kedepan.

"Untuk kepentingan penyelidikan terhadap saudara EM, penyidik melakukan penangkapan dilanjutkan penahanan," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/1/2022), dikutip dari siaran langsung YouTube Kompas TV.

Baca juga: Kuasa Hukum Protes, Polri Tegaskan Penahanan Edy Mulyadi Telah Sesuai Prosedur

Ramadhan pun menjelaskan alasan pihaknya harus melakukan penahanan pada Edy, yang terbagi menjadi dua, yakni yakni subjektif dan objektif.

Untuk alasan subjektif, salah satunya, pihak kepolisian khawatir Edy akan menghilangkan barang bukti.

"Alasan subjektif karena dikhawatirkan melarikan diri, dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, dikhawatirkan mengulangi perbuatannya kembali."

Berita Rekomendasi

"Alasan objektif, ancaman yang diterapkan tersangka di atas 5 tahun," kata Ramadhan.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen pol Ahmad Ramadhan saat ditemui awak media di Gedung Bareskrim Polri, Jumat (28/1/2022).
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen pol Ahmad Ramadhan saat ditemui awak media di Gedung Bareskrim Polri, Jumat (28/1/2022). (Rizki Sandi Saputra)

Baca juga: Kuasa Hukum Tak Terima Edy Mulyadi Ditahan Polisi, Ini Alasannya

Pada kasus ini, Edy disangkakan sejumlah pasal soal ujaran kebencian bermuatan SARA hingga penyebaran berita bohong, yaitu pasal 45 A ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU ITE. 

Kemudian, pasal 14 ayat 1 dan 2 juncto pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 Perhimpunan Hukum Pidana, juncto pasal 156 KUHP.

Kuasa Hukum Tak Tinggal Diam, Bakal Ajukan Penangguhan

Setelah kliennya ditahan, tim kuasa hukum Edy Mulyadi pun tak tinggal diam.

Kuasa Hukum Edy Mulyadi, Damai Hari Lubis menjelaskan pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan atas status kliennya sebagai tersangka.

"Atas dasar pertimbangan hukum presumption of innocent, kami tim advokasi selaku pengacara dan pembela akan mengajukan penangguhan penahanan sesuai persyaratan sistem hukum yang berlaku/KUHAP," ujar Damai Hari Lubis saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa (1/2/2022).

Damai menuturkan pihaknya menyayangkan atas penahanan terhadap Edy Mulyadi.

Edy Mulyadi  memenuhi pemeriksaan polisi atas dugaan kasus ujaran kebencian di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (31/1/2022).
Edy Mulyadi memenuhi pemeriksaan polisi atas dugaan kasus ujaran kebencian di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (31/1/2022). (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Baca juga: Profil Edy Mulyadi, Kini Ditahan Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

Menurut dia, pernyataan kliennya soal  'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak' masih bisa diperdebatkan.

"Kami kuasa hukum tim advokasi EM sangat menyayangkan penahanan EM oleh karena pelanggaran yang dituduhkan selain debatable oleh sebab objek perkaranya terkait ruang seni atau bahasa ungkapan atau satire, atau merupakan bahasa sindiran pada sebuah daerah sesuai adat dan budaya atau kebiasaan Betawi serta tidak diungkap dengan ungkapan kalimat kotor atau kasar," jelas Damai.

Lebih lanjut, Damai menambahkan hukuman yang dilayangkan kepada kliennya masih praduga tak bersalah.

Baca juga: Penjelasan Polisi soal Edy Mulyadi Jadi Tersangka: Alasan Penahanan hingga Ancaman Penjara 10 Tahun

Untuk itu, secara hukum, pihaknya meminta aparat hukum tak terburu-buru melakukan penahanan.

"Demi kepastian hukum dan demi keadilan, selayaknya pihak penyidik tidak terburu-buru melakukan penahanan yang prematur, bagaimana semisal kelak ternyata vonis hukum berkata lain, namun teehadap diri EM sudah dilakukan penahanan," jelas Damai.

Minta Perlindungan Dewan Pers

Di samping ajukan penangguhan, tim kuasa hukum Edy juga akan meminta perlindungan hukum kepada Dewan Pers atas kliennya.

Seperti diketahui, Edy Mulyadi merupakan seorang wartawan senior.

Hal itu disampaikan kuasa hukum Edy Mulyadi yang lain, Herman Kadir.

"Kami akan meminta perlindungan hukum kepada Dewan Pers, surat siap dikirim besok,” ucap Herman Kadir, Selasa (1/2/2022) dikutip dari Kompas TV.

Ketua tim kuasa hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir (tengah) saat ditemui awak media di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/1/2022).
Ketua tim kuasa hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir (tengah) saat ditemui awak media di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/1/2022). (Rizki Sandi Saputra)

Dalam keterangannya, Herman Kadir menyebut akan kembali hadir di Bareskrim Polri pada Rabu (2/2/2022).

Kehadirannya itu untuk menemani kliennya dalam menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam perkara ujaran kebencian.

“Besok akan hadir jam 10 untuk mendampingi Pak Edy diperiksa sebagai tersangka,” imbuh dia.

(Tribunnews.com/Shella Latofa/Igman Ibrahim)(Kompas TV/Ninuk Cucu)

Baca berita lainnya terkait polemik ucapan Edy Mulyadi

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas