Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Cap Go Meh, Berikut Sejarah dan Berbagai Perayaannya

Cap Go Meh merupakan perayaan yang dilakukan di hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Simak pengertian, sejarah hingga berbagai perayaan Cap Go Meh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengenal Cap Go Meh, Berikut Sejarah dan Berbagai Perayaannya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tatung melakukan aksi saat perayaan Cap Go Meh 2016 di Kawasan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (25/2/2016). - Simak informasi seputar Cap Go Meh, pengertian hingga sejarah. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini pengertian, sejarah, dan berbagai perayaan Cap Go Meh.

Perayaan Tahun Baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir pada tanggal ke-15.

Cap Go Meh merupakan perayaan yang dilakukan di hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.

Lantas, apa itu Cap Go Meh?

Dikutip dari Kompas.com, kata Cap Go Meh diserap dari Bahasa Hokkian.

'Cap' berarti sepuluh, 'Go' berarti lima, sedangkan 'Meh' berarti malam.

Penyebutan ini merujuk pada waktu penyelenggaraan acara yang memang diselenggarakan pada penanggalan 15 kalender China.

Baca juga: 40 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2022 Bahasa Mandarin dan Inggris, Cocok untuk Update Sosmed

Baca juga: Mengenal Sejarah dan Makna Angpao dalam Tradisi Imlek

Rekomendasi Untuk Anda

Uniknya, penyebutan kata Cap Go Meh sebenarnya populer di Indonesia, di negara lain seperti China, Taiwan, dan Singapura nama festival ini berbeda.

Di China nama perayaan ini adalah Yuan Xiao atau Shang Yuan.

Di Barat festival ini disebut Lantern Festival (Festival Lampion atau Chinese Valentine's Day (hari Kasih Sayang versi China).

Dikutip dari chinahighlights.com, Festival Lentera adalah hari terakhir (secara tradisional) dari festival terpenting Tiongkok, Festival Musim Semi/alias festival Tahun Baru Imlek.

Festival Lentera juga merupakan malam bulan purnama pertama dalam kalender Cina, menandai kembalinya musim semi dan melambangkan penyatuan kembali keluarga.

Sejarah Cap Go Meh

Festival Lampion dapat ditelusuri kembali ke 2.000 tahun yang lalu.

Pada awal Dinasti Han Timur (25–220), Kaisar Hanmingdi adalah seorang pendukung agama Buddha.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas