Tribun

Virus Corona

Kemenkes: Angka Kematian Pasien Covid-19 Masih Tinggi

Komorbid terbanyak yang ditemukan pada  pasien meninggal adalah diabetes melitus dan bahkan 21 persen pasien memiliki komorbid lebih dari satu.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kemenkes: Angka Kematian Pasien Covid-19 Masih Tinggi
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Tenaga kesehatan di Puskesmas Panunggangan, Cibodas, Kota Tangerang, memberikan suntikan Vaksin Booster kepada warga lansia usia 60 tahun ke atas dan yang memiliki penyakit bawaan ( komorbid), Rabu (12/1/2022). Pelaksanaan Vaksinasi Booster di tahap awal yang digelar Pemkot Tangerang ini menyasar 6000 orang warga. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan hasil review mingguan Covid-19 yang menunjukkan risiko kematian tertinggi masih terjadi pada pasien yang belum menerima vaksinasi lengkap, lansia, dan memiliki komorbid.

Dari catatan Kemenkes ada 5.013 pasien yang meninggal akibat Covid-19 dari 21 Januari-26  Februari 2022.

Komorbid terbanyak yang ditemukan pada  pasien meninggal adalah diabetes melitus dan bahkan 21 persen pasien memiliki komorbid lebih dari satu.

“Hingga Sabtu (26/2/2022), dari 5.013 pasien yang meninggal akibat Covid-19, 69% belum divaksinasi lengkap, 57% diantara pasien meninggal tersebut adalah lansia dan 45% memiliki komorbid,” jelas Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi M.Epid dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/3/2022).

Baca juga: Kebanyakan Pasien Covid-19 Meninggal Memiliki Komorbid, Apa yang Harus Dilakukan untuk Mencegah?

Untuk menekan angka kematian, Kemenkes terus meningkatkan dan memperluas layanan kesehatan serta mempercepat laju vaksinasi.

Memberikan vaksinasi lengkap hingga booster adalah upaya agar pertahanan terhadap virus menjadi lebih tinggi, terutama bagi lansia, pasien dengan komorbid, serta anak-anak.

Diketahui, vaksinasi booster kini sudah dapat diberikan kepada seluruh masyarakat yang berusia di atas 18 tahun dan telah menerima vaksinasi dosis primer minimal tiga bulan sebelumnya.

Pemerintah juga telah resmi menambahkan regimen vaksin booster yakni vaksin sinopharm.

Dengan demikian ada 6 jenis regimen vaksin booster yang digunakan di indonesia; Sinovac, Astrazeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan Sinopharm. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas