Tribun

Mudik Lebaran 2022

PLN Siagakan 126 Pom SPKLU untuk Pemudik Pengguna Kendaraan Listrik Selama Masa Mudik Lebaran

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) menyiagakan setidaknya 126 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama masa mudik.

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Wahyu Aji
zoom-in PLN Siagakan 126 Pom SPKLU untuk Pemudik Pengguna Kendaraan Listrik Selama Masa Mudik Lebaran
pln.go.id
Presiden Jokowi saat melakukan peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Badung, Bali pada Jumat (25/3/2022). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) menyiagakan setidaknya 126 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama masa mudik Lebaran 1443 H.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, keseluruhan SPKLU itu didirikan di 97 lokasi berbeda yang tersebar di seluruh jalur mudik.

"Kami menyiagakan 126 SPKLU di 97 lokasi yang tersebar dari sabang sampai merauke di posko mudik, di jalur mudik, Jawa dan Sumatera," kata Darmawan saat jumpa pers di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Minggu (1/5/2022).

Pada operasionalnya, Darmawan memastikan kalau SPKLU tersebut akan melayani pemudik selama 24 jam.

Tak hanya menyiagakan SPKLU, selama masa mudik lebaran 1443 H, pihaknya juga kata Darmawan menyiagakan 147 posko untuk pemudik.

Adapun posko itu dapat dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat. Posko itu juga kata dia tersebar di seluruh wilayah dan jalur mudik yakni Jawa, Madura, Bali (Jamali), Sumatera, Kalimantan (Sumkal), dan Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara (Sumalpana).

"Kalau pemudik butuh tempat istirahat silahkan menepi di posko kami. Ada teh, kopi di Jamali ada 44 posko. Sumatera ada 96 posko. 7 posko di Sumalpana," tukas Darmawan.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyatakan adanya pergeseran beban pasokan listrik saat masa lebaran atau Idul Fitri 1443 H atau tahun 2022 ini.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, adanya pergeseran beban pasokan listrik itu terjadi di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Bandung ke daerah.

Hal itu kata Darmawan ditengarai karena adanya potensi pergerakan masyarakat yang melakukan mudik dalam jumlah besar.

"Karena ada pergeseran mudik yang sangat besar sekali yaitu lebih dari 20 juta maka pergeseran beban (pasokan listrik) yang tadinya di kota-kota besar, di Jakarta, Bandung ini kemudian bergeser ke daerah-daerah," kata Darmawan saat jumpa pers di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Minggu (1/5/2022).

Adapun dalam data pihaknya, Darmawan menyebut, untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat serta Jawa Timur mengalami penurunan beban pasokan listrik.

Sedangkan, untuk Jawa Tengah dan Bali mengalami peningkatan jumlah beban pasokan.

Hal itu disebabkan kata dia, karena Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan tujuan pemudik, sedangkan Bali, merupakan lokasi yang dinilai paling sering dikunjungi masyarakat untuk berwisata.

Baca juga: Menko PMK Imbau Pemudik Lintasi Jalur Selatan Jawa

"Beban di Jakarta di Jawa Barat, Jawa Timur berkurang tetapi itu diikuti juga dengan kenaikan beban di Jawa tengah maupun di Bali," ucap Darmawan.

Terkait dengan penurunan beban pasokan listrik kata dia, paling besar disebabkan yaitu sektor Industri dan Bisnis yang untuk sementara berhenti beroperasi.

Sedangkan untuk angka peningkatan beban pasokan kata dia, dipengaruhi atas tingginya konsumsi listrik di sektor rumah tangga.

"Ada peningkatan yang drastis yaitu konsumsi di rumah tangga kemudian juga secara geografis adanya pergerakan mudik tadi beban yang tadinya terkonsentrasi di Jakarta di Bandung Surabaya dll saat ini kemudian menyebar merata di seluruh pulau Jawa dengan konsentrasi ada di Jawa Tengah dan di Bali," tukas dia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas