Tribun

Hari Pendidikan Nasional

Momen Hardiknas 2022, Nadiem: Momentum Pulihkan Kualitas Pembelajaran 

Kemendikbudristek menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2022 secara hibrida pada Jumat (13/5/2022)

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Momen Hardiknas 2022, Nadiem: Momentum Pulihkan Kualitas Pembelajaran 
Istimewa
Kemendikbudristek menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022 secara hibrida pada Jumat (13/5/2022). Upacara dilaksanakan pada hari ini karena menyesuaikan hari libur dan cuti bersama Idulfitri 1443 Hijriyah. Nadiem menjelaskan tema peringatan Hardiknas, yakni “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemendikbudristek menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022 secara hibrida pada Jumat (13/5/2022). 

Upacara dilaksanakan pada hari ini karena menyesuaikan hari libur dan cuti bersama Idulfitri 1443 Hijriyah. 

Nadiem menjelaskan tema peringatan Hardiknas, yakni “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”. 

"Hari ini adalah bukti, kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan. Kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan," ujar Nadiem dalam sambutannya yang disiarkan channel Youtube Kemendikbud, Jumat (13/5/2022).

"Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia," tambah Nadiem. 

Baca juga: Tangisan Ibu Mahasiswa Universitas Trisakti yang Tewas Dalam Tragedi 12 Mei 1998

Baca juga: Menteri Nadiem Ajak Mahasiswa Daftar Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 2

Baca juga: Pemerintah Luncurkan SKB 4 Menteri Baru Atur PTM 100 Persen, Ini Aturan Lengkapnya 

Hingga tahun ketiga pandemi, Kemendikbudristek terus melakukan berbagai terobosan dalam Merdeka Belajar yang menghasilkan perubahan positif. 

Capaian tersebut tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru, dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.

"Tahun ini kita membuktikan bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia," tutur Nadiem.

Baca juga: Drama Penyergapan Penculikan Anak di Senayan, Pelaku Berniat Tabrak Polisi, Dibalas Timah Panas

Baca juga: Penculik Anak yang Ditangkap di Senayan Pakai Modus Mengaku Polisi dan Satgas Covid-19

Pada masa Pandemi Covid-19, Kemendikbudristek menghadirkan Kurikulum Merdeka untuk membantu guru dan murid dalam proses belajar mengajar.

Upaya tersebut mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran

Kini, Kurikulum Merdeka akan diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas