Tribun

Achmad Yurianto Meninggal Dunia

Kenangan Doni Monardo Bersama Achmad Yurianto Saat 'Bertempur' Lawan Covid-19, Ada Cerita Soal Batik

Doni Monardo membagikan kenangannya bersama Achmad Yurianto Saat 'Bertempur' Melawan Covid-19

Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kenangan Doni Monardo Bersama Achmad Yurianto Saat 'Bertempur' Lawan Covid-19, Ada Cerita Soal Batik
Istimewa
Mantan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Achmad Yurianto dimakamkan di TPU Dadaprejo, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (22/5/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosok dr Achmad Yurianto dan Doni Monardo memang tersambung benang merah karena keduanya pernah berdinas di TNI.

Keduanya pun kemudian mengabdi dua institusi berbeda, di mana Achmad Yurianto berdinas di Kementerian Kesehatan, sementara Doni Monardo menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Keduanya kemudian menjadi satu kembali dalam sebuah 'operasi tempur' melawan wabah Covid 19.

Saat itu, Doni Monardo ditunjuk menjadi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Pertautan Doni dan Yuri diawali ketika persiapan pemulangan WNI dari Wuhan ke Natuna serta Pulau Sebaru Kepulauan Seribu.

Jejak digital foto dan video akhir Januari 2020, Doni dan Yuri selalu bersua dalam suasana rapat maupun peninjauan lapangan terkait urusan penanganan Covid-19.

Saat itu belum ada penugasan khusus kepada Achmad Yurianto sebagai Satgas Penanganan Covid-19.

Doni merasakan hubungan kerja yang intensif hampir setengah tahun.

Baca juga: Test Covid-19 Bisa Dilakukan Tanpa Rasa Sakit dan Dilakukan Secara Mandiri

Lima bulan di antaranya dalam kapasitas Yuri sebagai Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 yang ditunjuk pemerintah.

“Beliau memiliki rasa tanggung jawab besar pada tugasnya, serta disiplin tinggi,” kata Doni Monardo dalam keterangan yang diterima, Minggu (22/5/2022).

“Satu hal yang mengagumkan dari beliau adalah semangat dan ketekunannya menghimpun data dan informasi tentang Covid-19 dari sumber beragam sumber,”
lanjut Doni Monardo.

Doni mengenang suasana awal tahun 2020, saat heboh virus corona hanya bisa dilihat di televisi.

“Akhir 2019 wabah muncul di Wuhan, Tiongkok. Januari-Februari kita menangani kepulangan mahasiswa Indonesia di Wuhan dan mengkarantina mereka di Natuna dengan segala dinamikanya. Sejak itu, almarhum sudah terlibat,” kata Doni.

Baca juga: Jenazah Eks Jubir Satgas Covid-19 Dimakamkan di Kota Batu Jawa Timur Besok

Maret 2020, virus corona masuk Indonesia dan memulai serangannya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas