Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebagian Besar Daerah Indonesia PPKM Level Satu, Ahli Sarankan Pantau Hingga Agustus

Jika Agustus tetap dengan situasi yang sama, maka Indonesia punya kepercayaan diri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Erik S
zoom-in Sebagian Besar Daerah Indonesia PPKM Level Satu, Ahli Sarankan Pantau Hingga Agustus
Shutterstock
ilustrasi Pemerintah telah mengumumkan jika level PPKM hampir di seluruh daerah di Indonesia mayoritas masuk pada level satu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemerintah telah mengumumkan jika level PPKM hampir di seluruh daerah di Indonesia mayoritas masuk pada level satu.

Menurut Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman, hal ini adalah progres yang perlu diapresiasi. Karena bentuk dari efektif sinergi antar pemerintah dan masyarakat.

"Termasuk yang terpenting adalah bahwa program yang kita lakukan, pengendalian pandemi Covid-19 ini sudah tepat sasaran. Tepat strategi untuk konteks Indonesia," ungkapnya pada Tribunnews, Jumat (10/6/2022).

Bahwa ada catatan kelemahan atau masih adanya pekerjaan rumah, memang masih ada. Dan ini yang harus terus diperbaiki. Namun jika bicara terkendali, menurut Dicky Indonesia harus bersabar.

Baca juga: Selagi Status Pandemi Belum Dicabut, PPKM Belum Bisa Dilepas

Karena bicara terkendali bukan hanya melihat indikator kasus infeksi yang menurun atau tidak terdeteksi. Bukan juga hanya melihat sisi kematian dan keparahan.

Atau angka reproduksi dan positivity rate saja. Namun juga termasuk cakupan vaksinasi Covid-19 dan bagaimana tren ada saat ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelahnya, indikator saat ini bisa bertahan berapa lama. Dan ada ukuran untuk menyatakan ini yaitu 3-6 bulan situasi stabil. Tidak naik turun, tapi harus memastikan.

Baca juga: Hampir Semua Wilayah PPKM Level 1, Ini Daftar Bandara untuk Perjalanan ke Luar Negeri

Bahwa deteksi dini yang dilakukan, baik testing dan tracing harus cukup dan memadai. Hanya saja menurut Dicky, ini yang menjadi kelemahan saat ini.

"Artinya validitas masih harus kita tunggu dengan mempertahankan capaian saat ini. Kalau saya sebutkan sudah terkendali, ya belum. Karena sekali lagi, pengalaman wabah pandemi sebelumnya kita harus tunggu tiga bulan, atau paling bagus enam bulan,"paparnya lagi.

Dicky menambahkan jika paling lambat penentuannya adalah di bulan Agustus. Jika Agustus tetap dengan situasi yang sama, maka Indonesia punya kepercayaan diri mengatakan situasi pandemi terkendali.

Baca juga: Jawa-Bali Level 1, Pemerintah Ungkap Alasan Masih Perpanjang PPKM

"Tapi sampai Agustus, pemerintah dan masyarakat harus berupaya untuk meningkatkan cakupan level PPKM," tutupnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas