Kudatuli, Sejarah Politik yang Turut Berperan Menggembleng Puan Maharani
Peristiwa Kudatuli meninggalkan kesan mendalam bagi putri Megawati, Puan Maharani. Saat itu dia masih duduk di bangku kuliah.
Editor: Hasanudin Aco
Mereka awalnya hanya diberi pengobatan seadanya dengan peralatan PPPK yang ada di rumah Kebagusan.
Namun ia bersyukur banyak mendapatkan pertolongan, salah satunya adalah dari sejumlah dokter yang mengobati para korban luka.
“Akhirnya ada simpatisan yang dokter datang kesitu ngobatin mereka,” kata Puan.
Tugas Khusus
Selama kondisi genting itu, Puan diberi tugas khusus.
Sementara ayah dan ibunya sibuk dalam urusan politik, Puan diberi tugas untuk menyiapkan makanan bagi para simpatisan yang berkumpul di rumah Kebagusan.
Puan yang saat itu masih sangat belia awalnya kebingungan mendapatkan tugas ini.
“Masak apa yang cepat untuk orang sebanyak ini. Kita kan punya peralatan kecil,” kata Puan.
Akhirnya Puan pun meminta pembantu di rumahnya untuk memasak nasi dan sayur sop.
Menu itu dipilih karena selain mengenyangkan juga bisa untuk banyak orang.
Namun, pada akhirnya banyak bantuan makanan dari berbagai pihak yang datang ke Kebagusan.
“Alhamdulilah tanpa diminta banyak orang yang nyumbang, dari siapa-siapa saya juga enggak tau. Ada beras, pisang, tempe, tahu dan sebagainya. Di tengah kesusahan kita masih banyak orang baik yang mau datang untuk menolong,” kenang Puan.
Para simpatisan pendukung Megawati itu terus berkumpul di rumah Kebagusan sampai situasi politik yang panas mulai mereda.
Puan pun mengakui saat itu kuliahnya di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia sempat terganggu akibat kondisi di rumahnya itu.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.