Tribun

Kepala BNPT Ibaratkan Penyebaran Terorisme Seperti Covid-19, 'Kadang Kita OTG, Tidak Berasa'

Indonesia sendiri sudah punya pedoman ideologi, yakni Pancasila yang tidak membenarkan ancaman kekerasan, hingga tindakan fisik terkait kekerasan

Penulis: Naufal Lanten
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kepala BNPT Ibaratkan Penyebaran Terorisme Seperti Covid-19,  'Kadang Kita OTG, Tidak Berasa'
Ist
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyebutkan bahwa penyebaran paham terorisme dan intoleransi ini ibarat virus 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyebutkan bahwa penyebaran paham terorisme dan intoleransi ini ibarat virus.

Bahkan, ia mengibaratkan paham radikalisme, intoleransi dan terorisme seperti Covid-19.

“Virus intoleransi, radikalisme, terorisme yang penyebarluasannya seperti virurs Covid-19,” kata Boy Rafli Amar dalam acara Rakornas dan Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional BNPT di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2022).

“Kadang-kadang kita OTG (orang tanpa gejala), tidak terasa,” lanjut dia.

Ia menambahkan, bisa saja kondisi ‘OTG’ itu terjadi di lingkungan sekitar, termasuk tetangga hingga satu kominitas bersama.

Baca juga: BNPT Perkuat Pengawasan Dalam Negeri Antisipasi Tewasnya Pimpinan Al Qaeda 

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan sebuah realita yang kerap terjadi di kehidupan masyarakat sehari-hari. Bahkan keadaan seperti itu, sambung dia, berkembang cukup sifnifikan.

Kendati demikian, Boy mengatakan BNPT terus melakukan berbagai upaya riset terhadap peristiwa kekerasan yang terjadi di Indonesia.

Dia bilang, kekerasan adalah musuh bersama bangsa ini.

Jenderal bintang tiga ini menambahkan, Indonesia sendiri sudah punya pedoman ideologi, yakni Pancasila yang tidak membenarkan ancaman kekerasan, hingga tindakan fisik terkait kekerasan tersebut.

“Alasan apapun, walaupun di terorisme itu difokuskan kepada ada motif ideologi politik dan gangguan keamaan,” tuturnya.

Sebagai informasi, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyelenggarakan Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2022).

Kesiapsiagaan nasional dianggap sebagai salah satu strategi pencegahan terorisme dengan mendorong kelompok dan organisasi masyarakat berperan aktif dalam pencegahan upaya terorisme.

Selain mengikrarkan Deklarasi Kesiapsiagaan nasional, peserta yang terdiri atas Kaban Kesbangpol tingkat provinsi seluruh Indonesia, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dari 34 provinsi juga mengikuti dialog kebangsaan yang diisi oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemdagri Bahtiar.

Turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo, serta jajaran Forkopimda Provinsi DKI Jakarta.

Adapun kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan nasional dalam mengantisipasi tindak pidana terorisme melalui sistem deteksi dini ancaman terorisme berbasis komunitas.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas