Tribun

UU Cipta Kerja

Massa Buruh di Gedung DPR Tegas Tolak UU Ciptaker, KASBI: Sangat Merugikan!

Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) turut hadir dalam demo buruh di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, hari ini.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Massa Buruh di Gedung DPR Tegas Tolak UU Ciptaker, KASBI: Sangat Merugikan!
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Ketua Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos memberikan keterangan terkait aksi demontrasi di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) turut hadir dalam demo buruh di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, hari ini.

Serikat buruh beratribut merah menyala itu tetap menuntut pemerintah agar mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker) dan turunannya.

Ketua KASBI Nining Elitos menyebut UU yang digodok sejak tahun 2020 itu sebagai malapetaka bagi kaum buruh. Terlebih, proses pembuatan UU Ciptaker yang dilakukan pemerintah tak melibatkan kalangan pekerja utamanya buruh.

"Siapa setuju tolak omnibus law? Rakyat. Karena omnibus law sejak dibahas hingga lahir tak melibatkan kami kaum buruh," kata Nining di atas mobil orator yang terparkir di Gerbang DPR RI, Rabu (10/8/2022).

Menurut Nining, pihaknya telah mewanti-wanti agar pemerintah membatalkan uu tersebut. Ia menyebut, ultimatum itu tak kunjung direspons hingga diajukan pemerintah kepada DPR RI.

"Kami ingatkan melalui gerakan rakyat, tapi wakil rakyat dan Istana pura-pura tidak mendengar, Kawan-kawan. Betul nggak?" kata Nining menambahkan orasinya.

Nining menegaskah, produk hukum itu sangat merugikan kaum buruh. Tidak ada keuntungan yang didapat kaum buruh dari UU Ciptaker jika undang-undang itu dijalankan.

Ia bersama massa buruh meminta agar Presiden Joko Widodo membatalkan undang-undang tersebut.

"Kita minta Presiden cabut omnibus law UU Ciptaker. Karena itu yang menciptakan malapetaka bagi kita," terang Nining.

Baca juga: Koordinator Aksi Sebut Demo di Gedung DPR Tidak Ada Hubungannya dengan Politik: Murni Gerakan Buruh

Dalam orasinya tersebut, Nining terus menyerukan perlawanan kaum buruh terhadap UU Ciptaker. Dia pun mengajak buruh berhenti bekerja sebagai bentuk perlawanan.

"Siap tutup kawasan? Siap tutup jalan? Siap lumpuhkan ekonomi?" pekik Nining.

"Siap," jawab para buruh.

Pada demo hari ini, terdapat poin tuntutan buruh yang disuarakan oleh perwakilan Serikat buruh di seluruh Indonesia.

Tuntutan utamanya adalah mereka tegas meminta pemerintah membatalkan UU Ciptaker. Selain itu massa menuntut agar pemerintah mencabut UU Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (UU P3).

Tak hanya itu, buruh juga menuntut revisi Kitab Hukum Undang-Undang Pidana (RKUHP). Sementara dari mahasiswa juga menolak RKUHP terutama soal revisi dalam revisi Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Baca juga: Massa Buruh Tumpah di Jalan Gatot Subroto Depan Gedung DPR, Exit Tol Dalam Kota Ditutup

Hingga sore ini, aksi demo masih berlangsung di depan gedung DPR RI. Situasi lalu lintas juga masih ditutup sementara dan ratusan personel keamanan masih bersiaga.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas