Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Agama Minta IPNU Bantu Pencegahan Radikalisme di Sekolah

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas mendukung langkah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) memperluas gerakannya ke sekolah-sekolah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Menteri Agama Minta IPNU Bantu Pencegahan Radikalisme di Sekolah
Kemenag (Solla/MCH 2022)
Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas Minta IPNU Bantu Pencegahan Radikalisme di Sekolah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas mendukung langkah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) memperluas gerakannya ke sekolah-sekolah.

Menurut Yaqut, selama ini IPNU lebih banyak melakukan gerakannya di lingkungan madrasah dan pesantren.

"Saya kira bagus, IPNU kan selama ini masuk ke pesantren dan madrasah. Sekarang ruang perjuangan itu ditantang untuk masuk ke sekolah-sekolah di luar madrasah dan pesantren," kata Yaqut saat menghadiri Kongres IPNU ke-20 dan IPPNU ke-19 dalam acara Kongres IPNU ke-20 yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (12/8/2022).

Kehadiran IPNU, kata Yaqut, dapat menangkal penyebaran ideologi radikal di lingkungan sekolah.

Dirinya meminta IPNU proaktif dalam membendung paham radikal tersebut.

"Urusan radikalisme, urusan ideologi yang tidak sejalan dengan ideologi negara itu di luar banyak termasuk di sekolah sekolah. IPNU harus di depan untuk menghalau ideologi itu," ujar Yaqut.

Baca juga: Majelis Alummi IPNU Harap Muktamar ke-34 NU Memihak Generasi Milenial

Menurut dia, semua lembaga pendidikan Islam sendiri saat ini juga sudah bergerak untuk menghalau ideologi transnasional.

Rekomendasi Untuk Anda

Yaqut mengatakan IPNU harus masuk ke sekolah-sekolah untuk menghalau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

"Semua sekolah, harus masuk ke sekolah umum, karena di situ bisa saja orang yang ingin menyampaikan ideologi yang berlawanan dengan ideologi negara," pungkas Yaqut.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas