Tribun

Polisi Tembak Polisi

Sayangkan Tawaran Perlindungannya Ditolak, LPSK: Ada Hak dari Keluarga Yosua yang Bisa Kami Bantu

LPSK menyayangkan keputusan kuasa hukum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, yang menolak tawaran perlindungan

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Sayangkan Tawaran Perlindungannya Ditolak, LPSK: Ada Hak dari Keluarga Yosua yang Bisa Kami Bantu
Kolase Tribunnews.com
Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J dan Ketua LPSK Hasto Atmojo. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyayangkan keputusan kuasa hukum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, yang menolak tawaran perlindungan atas kasus penembakan yang terjadi 8 Juli 2022 lalu.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo menyatakan, penolakan itu didasari karena kuasa hukum Brigadir J tidak mempercayai LPSK untuk ikut memberikan perlindungan kepada keluarga Brigadir J.

"Ini yang saya sayangkan malah keluarga Yoshua, karena pengacaranya kan tidak percaya dengan LPSK," kata Hasto saat dikonfirmasi awak media, Minggu (14/8/2022).

Padahal kata Hasto, dalam peranannya, LPSK tidak hanya bertugas untuk melindungi pemohon melainkan juga memenuhi hak dari para pemohon.

Salah satunya yang bisa dipenuhi dalam kasus tewasnya Brigadir J ini kata dia, yakni pemenuhan ganti rugi atau restitusi dari pelaku.

"LPSK itu mendapat mandat dari negara untuk melakukan penilaian ganti rugi yang disebut restitusi yang dituntutkan kepada pelaku nantinya," kata Hasto.

"Itu kan sesuatu yang bisa menjadi hak keluarga korban ini menjadi tidak bisa diberikan karena penilaian itu harus dilakukan oleh LPSK," sambungnya.

Hasto menyatakan, dengan ditolaknya tawaran perlindungan tersebut, maka dengan begitu LPSK akan memiliki gerak yang minim untuk berkomunikasi dengan keluarga Brigadir J.

Menurut dia, komunikasi itu seharusnya bisa dilakukan jika kuasa hukum mau menerima tawaran perlindungan, sehingga nantinya hak untuk meminta ganti rugi bisa dipenuhi.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas