Tribun

Terdampak Pandemi, FHUI Beri Masukan Pengembangan Ekonomi Desa Adat Penglipuran Bali

Tim Pengajar Hukum Adat Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) memberikan masukan penguatan perekonomian Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Terdampak Pandemi, FHUI Beri Masukan Pengembangan Ekonomi Desa Adat Penglipuran Bali
Tribun Bali/ Zaenal Nur Arifin
Suasana Desa Wisata Penglipuran di Bangli, Bali - FHUI memberikan masukan penguatan perekonomian Desa Adat Penglipuran akibat pandemi Covid-19 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Pengajar Hukum Adat Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) memberikan masukan penguatan perekonomian Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali akibat pandemi Covid-19.

Dalam program pengabdian masyarakat di Desa Adat Penglipuran, tim Pengajar Hukum Adat FHUI yang dipimpin oleh Meliyana Yustikarini dengan tim anggota Afdol dan Vivi Novita Rido, S.H.

Kegiatan berupaya penyuluhan agar masyarakat di Desa Adat Penglipuran tidak meninggalkan budaya bertani, dengan narasumber Dr. M. Sofyan Pulungan yang juga Tim Pengajar Hukum Adat FHUI.

Sofyan Pulungan memberikan beberapa usulan yang perlu dilakukan Desa Adat Penglipuran untuk melakukan penguatan perekonomian desa adat akibat pandemi Covid-19.

"Sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Desa Adat Penglipuran tetap dilestarikan, namun menggali potensi ekonomi desa lainnya merupakan suatu bagian ikhtiar mengambil hikmah dan makna dari peristiwa pandemi Covid-19," ujar Sofyan melalui keterangan tertulis, Rabu (17/8/2022).

Baca juga: Desa Penglipuran dan 6 Kota Kecil Paling Indah di Dunia

Sofyan selanjutnya menyatakan bahwa sejarah hukum adat Bali, sebenarnya jati diri masyarakat Bali sangat dekat dengan budaya pertanian.

Budaya pertanian ini tercermin dalam filosofi kehidupan krama Bali Tri Hita Karana yang sejalan dengan tatanan musim layaknya siklus pertanian.

Sofyan menyarankan agar Desa Adat Penglipuran juga mengembangkan sektor pertanian yang nantinya bisa disandingkan dengan sektor pariwisata.

Sofyan melihat ada potensi ekonomi Desa Adat Penglipuran di sektor pertanian yang bisa dikembangkan karena iklim dan kesuburan tanah yang sangat baik.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas