Tribun

Kronologi Nakhoda Kapal Nelayan Indonesia Jadi Korban Penembakan Petugas Patroli Papua Nugini

Seorang nelayan Indonesia menjadi korban penembakan yang dilakukan Kapal Patroli Papua Nugini (PNG).

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kronologi Nakhoda Kapal Nelayan Indonesia Jadi Korban Penembakan Petugas Patroli Papua Nugini
Istimewa
Evakuasi jenzah nelayan korban penembakan Kapal Patroli Papua Nugini (PNG) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang nelayan Indonesia menjadi korban penembakan yang dilakukan Kapal Patroli Papua Nugini (PNG).

Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XI Merauke membantu pengurusan jenazah.

Berdasarkan keterangan dari ABK yang bernama Damni, peristiwa terjadi Senin 22 Agustus 2022 pukul 06.30 WIT.

Pagi itu kapal Motor Nelayan (KMN) Calvin 02 sedang menarik jaring di Perairan Pulau Turi Papua Nugini.

Kemudian mereka memperoleh informasi dari radio adanya kapal Patroli Papua Nugini.

Baca juga: Nelayan WNI Tewas Ditembak di Papua Nugini, Kemlu Minta Investigasi Hingga Tindak Tegas Otoritas PNG

Sehingga, nahkoda mengarahkan untuk melepas jaring yang belum terangkat dan kapal segera meninggalkan perairan PNG ke arah perairan Merauke Indonesia.

Selanjutnya kapal patroli sekitar 2 mil mengejar ke arah KMN Calvin 02 dan terlihat Kapal Patroli Papua Nugini menurunkan 1 Speedboat dengan 10 personel.

Selanjutnya kapal patroli menuju ke arah lambung kanan KMN Calvin 02 dan menembak ke arah ruang kemudi lambung kanan kapal serta berputar ke lambung kiri kapal.

Dari kamar mesin, Damni melihat nakhoda bernama Sugeng sudah terbaring dengan posisi tertelungkup dan kepala menghadap ke lantai kapal.

Baca juga: KPK Kaji Kemungkinan Ekstradisi Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak yang Kabur ke Papua Nugini

"Melihat nahkoda sudah tidak memegang kemudi dan kapal bergerak zig-zag, Damni keluar dari kamar mesin menuju lambung kanan dan melambaikan karung warna putih ke arah spead boat yang sedang mengapung di lambung kanan kapal," ujar Dispenal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/8/2022).

Kemudian Tim patroli Papua Nugini yang menggunakan speedboat meminta semua ABK untuk keluar dan berkumpul ke haluan kapal, serta menyuruh 2 ABK untuk mengangkat nahkoda yang tertembak untuk menunjukkan ke Tim Patroli Papua Nugini.

"Namun karena nakhoda sudah meninggal dan susah untuk diangkat, ABK memberikan isyarat kepada Tim Patroli PNG, kemudian speedboat memutari kapal lalu menuju ke kapal nelayan lain untuk memeriksa," kata Dispenal dalam keterangannya.

Baca juga: Positif Covid-19, PM Papua Nugini James Marape Batal Pertemuan dengan Para Pemimpin China

Sekitar pukul 14.30 WIT, Kapal Patroli Papua Nugini pergi, ABK bernama Ilham mengambil alih kemudi kapal.

Karena alat navigasi rusak, Damni meminta bantuan melalui radio, menyampaikan kejadian tersebut dan meminta petunjuk arah agar bisa kembali ke perairan Merauke.

Permintaan tersebut dijawab kapal lain yang sedang berlayar dan mengarahkan serta memberi panduan ke arah barat.

Setelah mendekati perairan Torasi (wilayah perairan Indonesia) KMN Calvin 02 bertemu dengan kapal KMN Sumber Samudra yang kemudian memberikan pertolongan dengan memberikan alat navigasi serta 1 orang ABK sebagai juru mudi.

Setibanya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke, pukul 08.35 WIT dilakukan pemeriksaan jenazah korban oleh tim medis dari KKP dan dievakuasi Ambulans Rumah Sakit TNI AL Lantamal XI Merauke ke Kamar Jenazah RSUD Merauke yang selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Lantamal XI mendalami serta menggali informasi dari ABK yang selamat dan memeriksa kondisi KMN Cavin 02.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas