Tribun

Masa Jabatan Presiden

Sudah Memasuki Tahapan Pemilu, Pimpinan DPR Sebut Isu Jokowi 3 Periode Sulit Jadi Kenyataan

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad ikut merespons kembali munculnya wacana Jokowi 3 Periode, menurutnya itu sulit karena sudah masuki tahapan pemilu.

Penulis: Reza Deni
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Sudah Memasuki Tahapan Pemilu, Pimpinan DPR Sebut Isu Jokowi 3 Periode Sulit Jadi Kenyataan
Rizki Sandi Saputra
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui awak media di Gedung DPR RI Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022). Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, ikut merespons soal kembali munculnya wacana Jokowi tiga Periode. Hal tersebut setelah para relawan Jokowi dalam Musyawarah Rakyat (Musra) menempatkan Jokowi di urutan pertama capres 2024 pilihan mereka. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, ikut merespons soal kembali munculnya wacana Jokowi tiga Periode.

Hal tersebut setelah para relawan Jokowi dalam Musyawarah Rakyat (Musra) menempatkan Jokowi di urutan pertama capres 2024 pilihan mereka.

"Pak Jokowi itu kan omong bahwa itu sebatas wacana boleh. Ya kan namanya juga di Indonesia ini masa mimpi enggak boleh kan gitu," kata Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Jumat (2/9/2022).

Namun, Sufmi Dasco Ahmad juga mengingatkan bahwa dalam praktiknya, relawan tidak bisa berbuat banyak.

"Secara politik terutama di DPR ya yang membuat aturan kita lihat, karena ini kan pemilu sudah masuk tahapan," kata dia.

Menurutnya, jika sudah masuk tahapan, tentu akan agak lebih sulit, dan hanya akan jadi sekedar wacana.

Soal kemungkinan Amendemen UUD 1945, Sufmi Dasco Ahmad tak bisa menjawab secara tegas

"Saya enggak bisa bilang saya setuju atau tidak setuju. Saya kan mewakili partai, saya harus tanyakan ke partai dulu," pungkas dia.

Sebelumnya, Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di urutan pertama sebagai calon presiden (capres) 2024 yang dipilih relawannya melalui e-voting saat musyawarah rakyat (Musra) di Bandung, Jawa Barat, beberapa hari lalu.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengatakan pihaknya akan membicarakan lagi seandainya di daerah lain banyak juga yang memilih Jokowi.

"Ya itu nanti biar aja nanti kita bicara lagi," kata Budi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2022).

Presiden Joko Widodo membuka kegiatan musyawarah rakyat (Musra) I Jawa Barat di GOR Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (28/8/2022).
Presiden Joko Widodo membuka kegiatan musyawarah rakyat (Musra) I Jawa Barat di GOR Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (28/8/2022). (Tribun Jabar)

Sebagai informasi, dalam Musra tersebut Jokowi paling banyak dipilih peserta, yakni sebesar 29,89 persen.

"Capres harapan rakyat ini memang cukup mengejutkan dari hasil yang nyata kami peroleh. Nomor satu Pak Joko Widodo dengan presentasi dukungan 29,79 persen," ujar Ketua Dewan Pengarah Musra Indonesia, Andi Gani Nena Wea.

Setelah Jokowi, disusul Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sebesar 16,92 persen, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 16,10 persen.

"Sandiaga Uno mendapat tertinggi posisi kedua di 16,92 persen. Lalu Mas Ganjar Pranowo itu di posisi tiga besar, tipis sekali angkanya 16,10 persen persen," ujarnya.

Sementara, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memperoleh dukungan sebesar 11,10 persen, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 9,02 persen.

Baca juga: Jokowi Tempati Posisi Pertama Capres Hasil Musra, Ini Kata Projo

Selanjutnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebesar 5,17 persen, dan Ketua DPR RI Puan Maharani sebesar 4,16 persen.

Kemudian, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi sebanyak 2,87 persen, Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko sebesar 2,57 persen.

Terakhir, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebesar 1,42 persen, dan lain-lain 0,89 persen.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas