Tribun

BBM Bersubsidi

KNPI DKI Jakarta Tolak Kenaikan Harga BBM: Jelas Menyengsarakan Rakyat

KNPI DKI Jakarta menolak kenaikan harga BBM karena membebani masyarakat dan akan berdampak terhadap kenaikan bahan pokok.

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Adi Suhendi
zoom-in KNPI DKI Jakarta Tolak Kenaikan Harga BBM: Jelas Menyengsarakan Rakyat
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi demo menolak kenaikan harga BBM. KNPI DKI Jakarta menolak kenaikan harga BBM karena membebani masyarakat dan akan berdampak terhadap kenaikan bahan pokok. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) DKI Jakarta buka suara soal penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsi yang diteken pemerintah, Sabtu (3/9/2022).

Ketua DPD I KNPI DKI Jakarta, Ronny Bara Pratama mengatakan, penolakan kenaikan BBM yang dilayangkan pihaknya bukan tanpa alasan.

Pihaknya melihat, adanya ketidakpekaan pemerintah terhadap kondisi masyarakat.

Ia meyakini, kenaikan harga BBM oleh pemerintah juga akan mempengaruhi harga-harga bahan pokok lainnya.

"Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi tentu sangat tidak peka dengan apa yang dirasakan masyarakat. BBM naik harga-harga juga pasti ikutan naik dan itu jelas menyengsarakan rakyat," ujar Ronny dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Syarat Dapat BLT BBM Rp 600 Ribu, Cek Penerima di cekbansos.kemensos.go.id, Dilengkapi Cara Daftar

Lebih lanjut, Ronny menuturkan kenaikan harga BBM juga akan menambah beban baru bagi masyarakat.

Terlebih, saat ini kondisi masyarakat masih harus berjuang di tengah efek pandemi Covid-19.

"Masyarakat kita baru saja mau bangkit usai pandemi Covid-19 malah diberikan beban baru dengan menaikkan harga BBM," ucap dia.

Atas kondisi tersebut, Ronny mempertanyakan slogan Kemerdekaan RI ke-77 yang mengusung semangat pulih lebih cepat bangkit lebih kuat.

Baca juga: Pengamat: Dampak Kenaikan Harga BBM Paling Rumit ke Masalah Pangan, Tak Bisa Cara Konvensional

"Sapa yang bisa pulih dan bangkit kalau begini?" kata Ronny.

Lebih jauh, Ronny menyatakan, pihaknya dalam hal ini KNPI DKI Jakarta akan turut mengawal di barisan depan untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami semaksimal mungkin konsisten untuk terus berada di barisan perjuangan rakyat, jika kebijakan yang dibuat pemerintah merugikan masyarakat maka KNPI DKI Jakarta akan ada di barisan untuk menolak kebijakan itu," kata dia.

Baca juga: Gema Keadilan: Rakyat Lagi Bangkit Malah Dihantam Kenaikan Harga BBM

Diketahui, pemerintah telah resmi menaikan harga BBM bersubsidi termasuk jenis Pertalite dan Solar.

Untuk saat ini, harga perliter untuk bensin Pertalite sebesar Rp 10.000 dari harga sebelumnya Rp 7.650 sedangkan untuk Solar kini harga perliter-nya senilai Rp 6.800 dari sebelumnya Rp 5.150.

Tak hanya untuk BBM bersubsidi, pemerintah juga menaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.

Kini harga bensin dengan Research Octane Number (RON) 92 itu senilai Rp14.500 per liter, sebelumnya seharga Rp12.500 per liter.

Kenaikan harga BBM itu sendiri mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) sekitar pukul 14.20 WIB.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas