Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Hari Udara Bersih Internasional yang Diperingati Tiap Tanggal 7 September, Ini Tujuannya

Mari mengenal Hari Udara Bersih Internasional yang diperingati setiap tanggal 7 September yang ditetapkan oleh Majelin Umum PBB pada 26 November 2019.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Miftah
zoom-in Mengenal Hari Udara Bersih Internasional yang Diperingati Tiap Tanggal 7 September, Ini Tujuannya
Financial Times
Ilustrasi polusi udara - Mari mengenal Hari Udara Bersih Internasional yang diperingati setiap tanggal 7 September. 

Bahwa upaya mitigasi perubahan iklim dapat meningkatkan kualitas udara.

Meningkatnya minat masyarakat internasional terhadap udara bersih, menekankan perlunya melakukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas udara.

Termasuk mengurangi polusi udara, untuk melindungi kesehatan manusia.

Baca juga: Mengenal Fenomena La Nina yang Sebabkan Hujan di Musim Kemarau dan Udara Lebih Dingin di Indonesia

Hari Udara Bersih Internasional 2023

Peringatan Hari Udara Bersih Internasional tahun ke-4 pada 7 September 2023 ini mengangkat tema “Together for Clean Air”.

Peringatan ini menyoroti pada kebutuhan mendesak terkait tanggung jawab dalam mengatasi masalah polusi udara.

Baca juga: Solusi Cepat Hadirkan Udara Bersih dan Bebas Polutan Dari ACE

Polusi udara tidak mengenal batas negara dan semuanya menyebar.

Rekomendasi Untuk Anda

Apalagi, hal itu sangat berkorelasi dengan krisis global lainnya seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, bentuk-bentuk polusi lainnya, paritas sosial dan gender serta pembangunan ekonomi.

Beberapa polutan udara, seperti karbon hitam, metana, dan ozon di permukaan tanah, juga merupakan polutan iklim berumur pendek (SLCP).

Kita perlu bertanggung jawab atas sebagian besar kematian terkait polusi udara, serta dampak pada tanaman dan ketahanan pangan.

Perubahan iklim berkaitan erat dengan polusi udara, tidak dapat diselesaikan tanpa mengatasi yang lain.

Perlu dilakukan pendekatan terpadu untuk mengatasi keduanya dapat menghasilkan manfaat tambahan yang signifikan.

Pada tahun 2050, kita dapat mengurangi separuh kerugian panen global.

Dari polutan dengan mengurangi emisi metana, bahan dalam pembentukan ozon troposfer, gas rumah kaca dan polutan udara yang penting, yang berpotensi menghemat antara $4 hingga $33 miliar USD (60 ribu rupiah hingga 490.000 ribu rupiah).

Kesadaran tentang masalah, dampak dan solusi pencemaran udara perlu ditingkatkan.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas