Tribun

tarif

Survei Polling Institute: Mayoritas Driver Ojol Setuju Tarif Naik tapi Lebih Pilih Banjir Order

Polling Institute melakukan sebuah survei terkait tarif ojol sebelum resmi ditetapkan naik oleh pemerintah.

Penulis: Naufal Lanten
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Survei Polling Institute: Mayoritas Driver Ojol Setuju Tarif Naik tapi Lebih Pilih Banjir Order
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengemudi ojek online mengangkut penumpang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (11/9/2022). Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikkan tarif ojek oniline (ojol) pada Sabtu (10/9/2022) kemarin, setelah tiga hari Keputusan Menteri Perhubungan soal ojol diterbitkan. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikkan tarif ojek oniline (ojol) pada Sabtu (10/9/2022) kemarin, setelah tiga hari Keputusan Menteri Perhubungan soal ojol diterbitkan.

Adadapun Kepmenhub tersebut yaitu Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi yang ditandatangani pada 7 September 2022.

Polling Institute melakukan sebuah survei terkait tarif ojol sebelum resmi ditetapkan naik oleh pemerintah.

Baca juga: Tarif Ojol Resmi Naik, Pengemudi Apresiasi Kemenhub dan Respon Cepat Aplikator Naikkan Harga

Kala itu, pemerintah menetapkan tarif dasar per perjalanan naik 45 persen atau sekitar Rp4.000 bagi layanan ojek online.

Hasilnya, sebanyak 49,0 persen mitra driver setuju dengan kenaikan tarif dan 29,1 persen lainnya menjawab sangat setuju. Kemudian ada 16,8 persen driver ojol yang kurang setuju dan 3,8 persen tidak setuju sama sekali serta 1,2 persen memilih tidak menjawab.

Direktur Eksekutif Polling Institute Kennedy Muslim mengatakan, meski hampir di atas 70 persen menytakan setuju/sangat setuju dengan kenaikan tersebut, namun demikian konsekuensi logis sebagai dampak kenaikan tarif mendapat respon yang sangat bertolak belakang oleh mitra driver.

“Mayoritas cenderung menitikberatkan pada volume order yang tidak berkurang tanpa ada kenaikan tarif, sekitar 53.1 persen,” kata Kennedy Muslim dalam Rilis Survei Nasional Polling Institute secara virtual, Minggu (11/9/2022).

Sementara itu, cukup besar kalangan mitra yang lebih menginginkan tarif diturunkan agar order lebih banyak, 21,1 persen.

Kemudian 13,6 persen lainnya setuju tarif naik Rp1.000 dengan konsekuensi orderan berkurang dan 8,3 persen setuju tarif naik Rp3.000 dengan orderan berkurang cukup jauh. Sisanya sebanyak 4 persen responden memilih tidak menjawab.

Baca juga: Ada Kenaikan Tarif, tapi Belum Tentu Pendapatan Driver Ojol Naik Juga

Respons Pengguna terkait Kenaikan Tarif Ojol

Kennedy mengatakan rencana penerapan kebijakan kenaikan tarif ojol sudah terdengar luas di kalangan pengguna, sekitar 46 persen pengguna sudah mengetahui.

Kalangan pengguna ojol tampak cukup resisten dengan rencana kenaikan tarif, sekitar 61 persen kurang/tidak setuju.

Dan mayoritas kurang/tidak setuju dengan rencana kenaikan tarif di tiap kelompok demografi, wilayah dan berbagai tingkat intensitas penggunaan ojol, terutama kelompok yang semakin intens.

Populasi survei ini adalah setiap warga yang berumur 17 tahun, atau lebih, atau sudah menikah dan merupakan pengguna ojek online yang pernah bepergian minimal satu hari dalam seminggu terakhir menggunakan ojek online lain yang berbasis aplikasi.

Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) dengan sample basis sebanyak 1030 responden yang tersebar secara proporsional di 31 Kabupaten/Kota.

Kemudian dilakukan oversample sebanyak 190 responden pada kelompok pengguna rutin Ojek Online (minimal 3 hari seminggu menggunakan Ojek Online), sehingga total sample yang dianalisis sebanyak 1.220 responden.

Margin of error dari ukuran sampel basis tersebut sebesar +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Sementara sampel mitra driver dipilih secara random (multistage random sampling) sebanyak 810 responden. Margin of error sampel sekitar +/- 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas