Tribun

Data Negara Bocor

Kebocoran Data oleh Bjorka, Kamrussamad Desak OJK Antisipasi Hacker Sistem Data Perbankan

Kamrussamad mengingatkan OJK untuk mengantisipasi serangan hacker terhadap sistem data perbankan.

Editor: Fitriana Andriyani
zoom-in Kebocoran Data oleh Bjorka, Kamrussamad Desak OJK Antisipasi Hacker Sistem Data Perbankan
Istimewa
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengingatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengantisipasi serangan hacker terhadap sistem data perbankan. 

TRIBUNNEWS.COM - Belakangan publik tengah digegerkan oleh aksi seorang peretas atau hacker yang menamai dirinya Bjorka.

Menanggapi kasus kebocoran data tersebut, anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengingatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengantisipasi serangan hacker terhadap sistem data perbankan.

Kamrussamad mendesak OJK untuk menjaga keamanan data perbankan.

Baca juga: Kata BSSN soal Kebocoran Data Akibat Ulah Hacker Bjorka: Itu Ancaman Serangan Intensitas Rendah

Tak hanya data perbankan yang menjadi tanggung jawab OJK, Kamrussamad juga meminta seluruh lembaga negara untuk memenuhi tanggung jawab terhadap keamanan data.

"Kebocoran data pribadi oleh Bjorka harus jadi alarm bagi seluruh lembaga negara yang bertanggung jawab terhadap keamanan data, termasuk keamanan data perbankan oleh OJK," kata Kamrussamad dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (13/9/2022).

Langkah antisipasi tersebut, menurut Kamrussamad, perlu diambil mengingat kebocoran data atas ulah hacker Bjorka bisa berakibat fatal.

"Saat ini dari informasi yang berkembang, Bjorka membocorkan data pribadi registrasi Sim Card hingga data presiden. Bukan tidak mungkin hal yang sama terjadi dengan data perbankan," jelas politisi Gerindra itu.

Kamrussamad pun mengingatkan kembali terkait kebocoran data perbankan yang dialami Bank Jatim pada 2021 lalu.

Baca juga: Marak Kebocoran Data, Anggota DPR: Apa Perlu Kita Rekrut Hacker Jadi Bagian Pemerintah?

"Di tahun 2021, kebocoran data dialami Bank Jatim. Kita tidak mau ini terulang," ujarnya.

Ia pun menyoroti perkembangan perbankan melalui platform digital yang kini banyak digunakan nasabah.

Kamrussamad menilai, kemajuan digital tersebut memiliki potensi ancaman yang besar terkaitp data nasabah, sehingga pihak perbankan perlu untuk menjamin keamanannya.

"Transformasi digital yang sedang masif dijalankan perbankan, dalam meningkatkan pelayanan kepada para nasabahnya, perlu dibarengi dengan kesiapan infrastruktur informasi dan teknologi (IT) untuk menjamin keamaman data konsumen," terang Kamrussamad.

"OJK harus memastikan semua perbankan untuk meningkatan keamanan datanya dari serangan hacker," pungkas Kamrussamad mendesak. (*)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas