Tribun

Menteri PPPA Ungkap Dua Faktor Penyebab Meningkatnya Laporan Soal Kekerasan Seksual dan KDRT

Menteri PPPA mengungkap faktor penyebab meningkatnya laporan aporan terkait kekerasan seksual serta kekerasan pada perempuan dan anak.

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Menteri PPPA Ungkap Dua Faktor Penyebab Meningkatnya Laporan Soal Kekerasan Seksual dan KDRT
Tribunnews.com/ Mario Christian Simampow
Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga melakukan kegiatan jalan sehat di kawasan Bundaran HI, Minggu (25/9/2022). Kegiatan ini bentuk kampanye Kementerian PPPA untuk menyuarakan ihwal stop kekerasan pada perempuan dan anak. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan laporan terkait kekerasan seksual serta kekerasan pada perempuan dan anak meningkat.

Ada dua faktor penyebab terjadinya peningkatan laporan kekerasan seksual serta kekerasan pada perempuan dan anak.

Pertama, dampak dari media sosial (medsos).

Kedua, masyarakat yang sudah tidak menganggap kekerasan seksual serta kekerasan pada perempuan dan anak sebagai sebuah aib.

Menurut Bintang, hal tersebut merupakan sebuah hal yang baik.

Baca juga: Kementerian PPPA Ajak Masyarakat Berani Berbicara terkait Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Dengan begitu, menurut Bintang masyarakat saat ini mulai berani berbicara dan melaporkan terkait kekerasan seksual serta kekerasan pada perempuan dan anak.

"Sebenernya belakangan ini kasus yang terungkap, yang meningkat, karena satu, dampak dari medsos. Kemudian kedua masyarakat sudah menganggap kekerasan seksual apalagi kekerasan dalam rumah tangga itu tidak lagi menjadi aib," ujar Bintang usai melakukan kegiatan jalan sehat di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2022).

Lebih lanjut, Bintang mengatakan, dulu banyak perempuan yang kerap menutupi bila dirinya terdampak kekerasan.

Baca juga: Menteri PPPA Bintang Puspayoga Minta Pesantren Gontor Ciptakan Tempat Belajar Ramah Anak

Selain karena aib, hal tersebut karena terbentur relasi kuasa.

Dengan mulai terbukanya pandangan masyarakat saat ini, Bintang juga mengajak masyarakat dari seluruh elemen untuk memberi keadilan kepada korban dan juga memberikan efek jera kepada pelaku.

"Kalau dulu kan relasi kuasa, kemudian dianggap aib nah ini ditutup-tutupi, tidak dilaporkan sehingga kita tidak memberikan keadilan kepada korban," ujar Bintang.

"Kemudian tidak memberikan efek jera kepada pelakunya, sehingga kejadian itu berulang-ulang akan terjadi kasus-kasus yang sama. Nah ini lah dare to speak up, berani berbicara," katanya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas