Tribun

Harga BBM

Buruh dan Mahasiswa akan Demo Lagi Besok di Istana untuk Menolak Kenaikan Harga BBM

Juru Bicara Gebrak Nining Elitos memastikan aksi tersebut bakal dihadiri berbagai elemen masyakarat seperti petani, buruh, hingga mahasiswa.

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Buruh dan Mahasiswa akan Demo Lagi Besok di Istana untuk Menolak Kenaikan Harga BBM
Tribunnews.com/ Nitis Hawaroh
Massa yang tergabung dari Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Partai Buruh berjoge di tengah aksi unjuk rasa di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/9/2022).   

Laporan Wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) kembali akan menggelar demo menolak kenaikan haega Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Selasa (27/9/2022) besok

Juru Bicara Gebrak Nining Elitos memastikan aksi tersebut bakal dihadiri berbagai elemen masyakarat seperti petani, buruh, hingga mahasiswa.

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) ini juga menegaskan aksi ini digelar bersamaan dengan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September lalu.

Baca juga: SPI dan Partai Buruh Sodorkan 3 Isu yang Menyakitkan Petani ke Perwakilan Istana

Selain menolak kenaikan harga BBM, tuntutan terkait para pengunjuk rasa juga terkait reforma agraria, penurunan harga-harga bahan pokok, dan pencabutan UU Omnibus Law juga turut disuarakan. 

"Aksi besok itu barengan juga dengan Gerakan Buruh Bersama Rakyat dan Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) karena 24 September kemarin Hari Tani, sekaligus menuntut keterkaitan dengan kepentingan masyarakat hari ini," kata Nining saat dihubung, Senin (26/9/2022).

"Tuntutannya adalah berkaitan dengan reforma agraria, tolak kenaikan harga BBM, cabut Omnibus Law, dan turunkan harga-harga bahan pokok," sambung dia.

Lebih lanjut, Nining mengklaim bakal ada sekitar sepuluh ribu orangcyang hadir dalam demonstrasi tersebut. 

Dalam aksi yang juga turut diikuti oleh mahasiswa ini juga membawa tuntuan lain diantaranya berkaitan dengan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

"Besok ada sekitar sepuluh ribu massa, kemudian dari tani, buruh, mahasiswa, pelajar menuntut hal yang sama," kata Nining.

"Aksi besok juga melibatkan Komite Revolusi Pendidikan Indonesia. Sehingga terakhir yang tergabung dalam Gebrak itu kan ada juga mahasiswa yang disebut dengan Komite Revolusi Pendidikan Indonesia. Mereka juga akan terlibat dalam aksi hari tani sekaligus menuntut hal yang sama, ada juga berkaitan dengan RUU Sisdiknas," tambahnya.

Gebrak bersama sejumlah aliansi mahasiswa juga sempat menggelar aksi di Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (13/9/2022) lalu.

Dalam kesempatan itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) Bilal Sukarno memastikan mahasiswa bersama buruh bakal menggelar aksi susulan.

Bilal mengatakan pemerintah khususnya Presiden Joko Widido tak mendengar aspirasi dari demo yang digelar tersebut.

"Aksi demi aksi sudah kita lewati, sampai jam segini kita masih saja belum didengarkan oleh pemerintah," kata Bilal saat konferensi pers di lokasi aksi. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas