Tribun

Pemilu 2024

Jelang Pemilu 2024, TB Hasanuddin: Waspadai Politik Identitas

Hasanuddin menilai pernyataan Jazilul Fawaid tak sesuai dengan dasar negara Pancasila dan UUD 1945.

Penulis: chaerul umam
Editor: Erik S
zoom-in Jelang Pemilu 2024, TB Hasanuddin: Waspadai Politik Identitas
Tangkapan Layar: Kanal Youtube Imparsial Indonesia
Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mengomentari pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid yang menyebut kunci untuk memenangi pemilihan presiden (pilpres) di Indonesia saat ini adalah Islam dan Jawa. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mengomentari pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid yang menyebut kunci untuk memenangi pemilihan presiden (pilpres) di Indonesia saat ini adalah Islam dan Jawa.

Hasanuddin menilai pernyataan Jazilul Fawaid tak sesuai dengan dasar negara Pancasila dan UUD 1945.

Baca juga: VIDEO Kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja Bila Paslon Pilpres Lebih dari Dua Saat Pemilu 2024

"Realitanya memang seperti ini tapi memang tak sesuai dengan dasar negara Pancasila dan UUD 1945. Dalam undang-undang tidak ada satu kata pun yang menyebut presiden harus dari suku Jawa. Sepertinya tak ikhlas, masih berorientasi pada kekuatan mayoritas," kata Hasanuddin kepada Tribunnews, Jumat (30/9/2022).

Politisi PDI Perjuangan ini menilai persoalan tentang perbedaan agama, suku, dan bahasa, dalam memilih calon presiden di Indonesia adalah hal yang tidak relevan.

Ia menegaskan Indonesia adalah negara yang didirikan atas kesepakatan untuk bersatu di atas perbedaan etnis, bahasa, budaya, serta agama. 

Baca juga: Masinton Pasaribu Tegaskan PDI Perjuangan Siap Berapapun Paslon yang Bertarung di Pilpres 2024

"Jangan sampai agama dan etnis dipolitisasi untuk kepentingan politik tertentu. Kalau terus digembar-gemborkan malah mirip politik identitas," ujarnya.

Hasanuddin berharap seseorang yang menjadi Presiden siapapun dia dan dari manapun asalnya haruslah orang yang tepat dan mampu memajukan negara ini dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

Sehingga, imbuhnya, bangsa ini menjadi bangsa yang disegani di dunia internasional. 

"Saya berharap bangsa Indonesia lebih dewasa dalam menentukan calon pemimpin, siapapun dia dari manapun asalnya," tandasnya. 

Baca juga: Rapat Bersama Majelis Pakar, Plt Ketua Umum PPP Matangkan Pemenangan Pemilu 2024

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyebut kunci untuk memenangi pemilihan presiden (pilpres) di Indonesia saat ini adalah Islam dan Jawa.

Menurut Jazilul, kesimpulan tersebut dihitung berdasarkan suara pemeluk agama Islam di Indonesia yang saat ini mencapai 86 persen. Sedangkan, pemilih dari etnis Jawa mencapai sekitar 40 persen. 
 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas