Tribun

Pengamat Pertanyakan Keberlanjutan Nasib 400 Orang Tim Bayangan yang Dibentuk Mendikbudristek

Hal itu dikarenakan masa jabatan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) tidaklah permanen.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pengamat Pertanyakan Keberlanjutan Nasib 400 Orang Tim Bayangan yang Dibentuk Mendikbudristek
Tribunnews.com/Rahmat W. Nugraha
Wakil Ketua Umum III Bidang Pendidikan dan SDM (NU Circle) Ahmad Rizali 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rahmat W. Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Wakil Ketua Umum III Bidang Pendidikan dan SDM (NU Circle) Ahmad Rizali mempertanyakan keberlanjutan 400 orang tim bayangan Mendikbudristek.

Hal itu dikarenakan masa jabatan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) tidaklah permanen.

Paling lama bertahan hingga 2024 mendatang.

"Jika apa yang dilakukan tim bayangan benar ketika nanti Nadiem dan timnya pergi, apakah proyek tersebut bisa dilanjutkan? Saya yakin tidak," kata Rizali dalam diskusi dalam diskusi bertajuk 'Siapa (Gak) Yakin Kualitas ASN?' di Jakarta, Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Pembentukan Tim Bayangan Mendikbud Ristek Dinilai Tidak Tepat: ASN Buat Apa?

Menurut Rizal hal itu dikarenakan Nadiem tidak mengubah budaya birokrasi sehingga hadirkan kultur birokrasi yang baru.

Meskipun disadari persolan birokrasi memang sulit diubah.

"Kemudian saya juga tidak rela sebagai pembayar pajak. Tiba-tiba (Nadiem) membuat sesuatu coba-coba yang belum tentu bisa diteruskan," katanya.

Nadiem pada 20 September lalu mengungkapkan soal tim bayangan dalam sebuah acara di markas PBB Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut diunggah di akun instagram pribadinya. 

Keputusan Nadiem untuk membentuk tim bayangan yang terdiri 400 orang product manager, software engineer, dan data scientist tersebut dinilai kurang tepat.

Akibat pernyataan itu, Nadiem mendapat teguran keras dalam Rapat Komisi X dengan Kemendikbudristek di Gedung DPR RI, Senin (26/9/2022).

Komisi X DPR merasa hal itu kontradiksi karena masih banyak guru belum sejahtera di Tanah Air.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas