Tribun

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan, Ruang Ganti Dibuka untuk Evakuasi, Ada Suporter yang Meninggal di Pelukan Pemain

Ruang ganti pemain Arema FC dibuka untuk mengevakuasi para korban. Pelatih menyebut ada supoter yang meninggal di pelukan pemain.

Penulis: Miftah Salis
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Tragedi Kanjuruhan, Ruang Ganti Dibuka untuk Evakuasi, Ada Suporter yang Meninggal di Pelukan Pemain
AFP/JUNI KRISWANTO
Sepatu yang dibuang terlihat di stadion Kanjuruhan beberapa hari setelah penyerbuan mematikan setelah pertandingan sepak bola di Malang, Jawa Timur pada 3 Oktober 2022. - Kemarahan terhadap polisi meningkat di Indonesia pada 3 Oktober setelah setidaknya 125 orang tewas dalam salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah sepak bola, ketika petugas menembakkan gas air mata di stadion yang penuh sesak, memicu penyerbuan- Pada saat kejadian, ruang ganti pemain Arema FC dibuka untuk mengevakuasi para korban. Pelatih menyebut ada supoter yang meninggal di pelukan pemain. 

TRIBUNNEWS.COM- Suasana mencekam terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, usai laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Kerusuhan yang terjadi membuat pintu ruang ganti para pemain Arema FC akhirnya dibuka untuk tempat evakuasi.

Di ruang ganti tersebut bahkan ada supporter yang meninggal di pelukan pemain.

Kerusuhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya memakan ratusan korban jiwa.

Saat peristiwa terjadi, suasana mencekam terjadi di stadion tersebut.

Penjaga gawang Arema FC, Teguh Amiruddin, mengaku ikut menggotong tubuh seseorang yang akhirnya meninggal dunia.

Mengutip Kompas.com, para pemain Arema FC membuka pintu ruang ganti pemain sebagai tempat untuk evakuasi.

Baca juga: Update Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan, 125 Korban Meninggal Teridentifikasi, 21 Orang Luka Berat

Hal ini lantaran tak ada tempat lain yang bisa digunakan karena banyaknya korban.

Tubuh-tubuh supporter tergeletak dan berjejer.

Sementara tenaga kesehatan khusus mulai kewalahan karena banyaknya korban.

"Akhirnya pemain sepakat membuka pintu pemain. Apalagi saat melihat keluar ruangan, sudah terlihat banyak korban berjejer," ungkapnya, Senin (3/10/2022).

Puing-puing terlihat di lapangan di Stadion Kanjuruhan beberapa hari setelah penyerbuan maut menyusul pertandingan sepak bola di Malang, Jawa Timur pada 3 Oktober 2022. - Kemarahan terhadap polisi memuncak di Indonesia pada 3 Oktober setelah setidaknya 125 orang tewas di salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah sepak bola, ketika petugas menembakkan gas air mata di stadion yang penuh sesak, memicu penyerbuan.
 (Photo by Juni Kriswanto / AFP)
Puing-puing terlihat di lapangan di Stadion Kanjuruhan beberapa hari setelah penyerbuan maut menyusul pertandingan sepak bola di Malang, Jawa Timur pada 3 Oktober 2022. - Kemarahan terhadap polisi memuncak di Indonesia pada 3 Oktober setelah setidaknya 125 orang tewas di salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah sepak bola, ketika petugas menembakkan gas air mata di stadion yang penuh sesak, memicu penyerbuan. (Photo by Juni Kriswanto / AFP) (AFP/JUNI KRISWANTO)

Teguh bercerita, saat itu dirinya melihat Aremania menggotong korban dari tribun.

Para pemain kemudian membantu untuk mengevakuasi korban tersebut.

Namun sayang, korban tersebut meninggal dunia setelah dievakuasi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas