Tribun

Lukman: Kalau Sakit Tak Punya Kartu JKN, Berat Rasanya

Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Lukman Nurwahid (31) merasa lega.

Editor: Content Writer
zoom-in Lukman: Kalau Sakit Tak Punya Kartu JKN, Berat Rasanya
Istimewa
Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Lukman Nurwahid (31) merasa lega. Ia mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan perihal biaya kesehatan ketika sakit karena telah terdaftar program ini. 

TRIBUNNEWS.COM, KEBUMEN - Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Lukman Nurwahid (31) merasa lega.

Ia mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan perihal biaya kesehatan ketika sakit karena telah terdaftar program ini.

Laki-laki yang bekerja sebagai pegawai swasta di Kabupaten Kebumen ini menyampaikan, Program JKN adalah program yang sangat penting untuk diikuti setiap penduduk Indonesia.

Selain penting untuk terdaftar sebagai peserta, penting juga untuk menjaga keaktifan status kepesertaannya dengan rutin membayar iuran. 

Terbukti Lukman bisa memanfaatkan Program JKN ketika dirinya sakit. Kala itu ia mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya disertai menggigil.

Ia pun berobat ke Puskemas untuk mendapat pertolongan pertama.

“Dari Puskemas saya mendapat rujukan ke RSUD Dr Soedirman Kebumen. Setelah diperiksa oleh dokter saya mendapat obat dan vitamin untuk dikonsumsi selama beberapa hari. Alhamdulillah cocok,” ungkapnya, Jumat (22/7/2022).

Diakuinya, meskipun tergolong sakit ringan, Lukman sangat bersyukur bisa mendapat penanganan pengobatan yang memadai berkat Program JKN.

Dia bisa pulang membawa obat dan vitamin sesuai dengan kebutuhan tubuhnya tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Kita tidak tahu sampai kapan kita akan sehat terus. Kalau sakit berat tanpa Program JKN, tentu akan menambah beban pikiran. Sudah sakit masih harus memikirkan biaya pula,” tandasnya.

Oleh karena itu ia memastikan seluruh keluarganya telah terdaftar dan aktif sebagai peserta Program JKN. Ia tidak ingin jika suatu hari keluarganya sakit tapi tidak memiliki perlindungan jaminan kesehatan.

“Saya harap saya dan keluarga senantiasa diberikan rahmat kesehatan. Kami pun berupaya menjaga pola hidup sehat dengan menyempatkan berolahraga setiap minggunya, meskipun hanya melakukan olahraga ringan di rumah. Selain itu kami juga berusaha mengonsumsi makanan sehat seperi sayur dan buah,” kata Lukman.

Terakhir ia berharap Program JKN bisa memperluas jangkauan manfaat program ini. Menurutnya, dengan semangat saling tolong menolonglah Program JKN ini bisa berkesinambungan.

Peserta yang sehat membantu yang sakit. Begitu seterusnya sehingga program ini bisa memberikan manfaat jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas