Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mengenal Arsitek Masjid Istiqlal Friederich Silaban, Pernah Rancang Monas dan Stadion GBK

Mengenal arsitek Masjid Istiqlal Friederich Silaban, seorang kristen protestan yang juga merancang Monas dan Stadion Gelora Bung Karno.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Daryono
zoom-in Mengenal Arsitek Masjid Istiqlal Friederich Silaban, Pernah Rancang Monas dan Stadion GBK
petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id
Masjid Istiqlal, rancangan arsitek Friederich Silaban. 

TRIBUNNEWS.COM - Friedrich Silaban adalah arsitek Masjid Istiqlal yang terletak di DKI Jakarta.

Ia merupakan seorang WNI yang menganut Kristen Prostestan.

Friedrich Silaban dipilih oleh Presiden Soekarno untuk merancang Masjid Istiqlal.

Awalnya, Presiden Soekarno mengadakan sayembara arsitek Masjid Istiqlal pada tahun 1955.

Panogu Silaban, putra Friedrich Silaban menceritakan hubungan dekat ayahnya dengan Presiden Soekarno.

Suatu hari, Presiden Soekarno meminta Friedrich Silaban untuk berpartisipasi dalam sayembara itu, dikutip dari TribunBali.

Baca juga: Sejarah Masjid Istiqlal: Berdiri Sejak Tahun 1978, Soekarno-Hatta Sempat Berdebat Soal Lokasi

Panogu Silaban mengatakan ayahnya sering mengikuti sayembara arsitek dengan menggunakan nama samaran moto.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menceritakan, Friedrich Silaban pernah menggunakan nama samaran "Bhinneka Tunggal Ika" dan "Kemakmuran".

Ketika merancang Masjid Istiqlal, Friedrich Silaban menggunakan nama samaran "Ketuhanan."

Presiden Ir Soekarno saat itu tidak mengetahui pemenang sayembara dengan nama "Ketuhanan" adalah Friedrich Silaban.

Profil Singkat Friedrich Silaban

Presiden Ir. Soekarno (kiri) dan arsitek Friedrich Silaban (kanan)
Presiden Ir. Soekarno (kiri) dan arsitek Friedrich Silaban (kanan) (Galeri Nasional Indonesia via Kompas.com)

Dalam sebuah penelitian berjudul Kontribusi Friederich Silaban dalam merancang arsitektur masjid Istiqlal di Jakarta tahun 1961-1965 oleh Hasbi yasyalloh, dituliskan riwayat Friedrich Silaban.

Ir. Friederich silaban lahir dari keluarga petani pada tanggal 16 desember 1912 di Bonandolok, Tapanuli, Sumatra Utara.

Ia adalah putra dari pasangan Sintua Jonas Silaban dan Noria Boru Simamura.

“Sintua” adalah sebutan bagi seseorang yang dituakan atau anggota majlis jamaah digereja Huria Kristen Batak Protestan (HKMB).

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas