Tribun

Gangguan Ginjal

JMMP Minta Tanggung Jawab Moral Kepala BPOM atas Meninggalnya 157 Anak Akibat Gagal Ginjal Akut

Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Muda Merah Putih (JMMP) menyoroti maraknya kasus gagal ginjal akut yang sebabkan 157 anak meninggal.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in JMMP Minta Tanggung Jawab Moral Kepala BPOM atas Meninggalnya 157 Anak Akibat Gagal Ginjal Akut
Tribunnews.com/Gita Irawan
Ilustrasi demontrasi sikapi kasus gagal ginjal akut. Febrianes selaku Kordinator JMMP meminta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito untuk bertanggungjawab secara moral atas meninggalnya 157 anak akibat kasus gagal ginjal akut tersebut. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Muda Merah Putih (JMMP) menyoroti maraknya kasus gagal ginjal akut yang mengakibatkan 157 anak meninggal dunia.

Febrianes selaku Kordinator JMMP meminta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito untuk bertanggungjawab secara moral atas meninggalnya 157 anak akibat kasus gagal ginjal akut tersebut.

"Sampai saat ini belum ada pejabat pemerintah yang bertanggungjawab dan diberhentikan terkait kasus gagal ginjal akut ini, untuk itu kami JMMP tegas mendesak Penny Lukito dari jabatannya selaku Kepala BPOM untuk bertanggung jawab moral kepada publik", kata Febrianes di Jakarta Pusat, Selasa, (1/11/2022).

Selain itu, Febrianes juga meminta BPOM agar segera mencabut izin edar dan izin produksi sejumlah perusahaan yang terbukti memproduksi obat-obatan yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) sangat tinggi.

Baca juga: Usut Kasus Gagal Ginjal Akut, Polri Akan Telusuri Suplier Bahan Baku Obat-obatan PT Afi Pharma

"Kami juga mendesak BPOM mencabut izin edar dan izin produksi terhadap sejumlah perusahaan yang memproduksi obat - obatan dengan kandungan EG dan DEG sangat tinggi", ujar Febrianes.

Terakhir JMMP mendorong agar Bareskrim Polri segera memeriksa oknum pejabat BPOM dalam dugaan lalai serta lemahnya pengawasan sehingga 157 anak meninggal dunia akibat kasus gagal ginjal akut.

"JMMP akan terus mengawal kasus meninggalnya 157 anak akibat gagal ginjal akut ini dan kami juga mendorong Bareskrim Polri agar segera memeriksa sejumlah oknum pejabat BPOM yang kami duga lalai dalam menjalankan kinerjanya," pungkas Febrianes.

Baca juga: Cek Laboratorium BPOM, Menko PMK Ungkap Tingginya Dosis EG pada Obat Sirop Penyebab Gagal Ginjal

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa sekarang ini yang lebin penting adalah menyelamatkan bayi-bayi dari kematian akibat gagal ginjal akut. Pernyataan Menkes tersebut merespon desakan agar Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertanggung jawab secara pidana berkait kasus gagal ginjal akut.

“Kalau saya melihatnya lebih penting menyelematkan bayi-bayinya dari kematian. Lebih baik tenaganya kita pakai untuk bisa menjaga untuk bisa bayi-bayi kita tetap sehat terjaga,” kata Menkes usai acara DemiIndonesia di di Ciputra Artpreneur Theatre Jakarta, Sabtu (29/10/2022).

Menkes mengajak agar konsentrasi sekarang ini difokuskan untuk mencegah agar tidak ada lagi bayi yang meninggal akibat gagal ginjal akut. Namun apabila kemudian nantinya terbukti ada kelaian, ia menyerahkan sepenuhnya kelada aparat penegak hukum.

“Kalau saya ngerasa yuk kita konsentrasinya beresin ini supaya jangan banyak lagi bayi-bayi kita yang meninggal. Nyawa lebih penting gitu saja,” katanya.

Adapun menurut Menkes jumlah pasian gagal ginjal sekarang ini berada di bawah 100. Sebanyak 80 pasien diantaranya sedang dirawat di rumah sakit.

“Dari puncaknya sempat 200-an,” pungkasnya.

Wiki Terkait

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas